THE TWO GREAT SEDUCER'S

THE TWO GREAT SEDUCER'S

  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2022
Dua sahabat saling suka, tapi ga ngungkapin karna saling mikir mereka bakalan kepisah kalau suatu saat jadian dan putus. Broken home. Rich. Mad. Beranggepan cuma bisa percaya satu sama lain, bikin hubungan mereka bener bener ga sehat. They broke. Mereka ketemu dan merasa bisa saling melengkapi, cuma bisa percaya satu sama lain. Nobody else, nobody can destroy them when they are together. Tapi, apa mereka akan selalu bisa bersama? Distrust. Betray. Semua akan mereka lalui. Saling menekan rasa agar selalu bisa bersama, hati mereka yang hancur membuat tidak ada satu pun yang bisa mereka percaya selain diri sendiri.
All Rights Reserved
#927
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • About feelings   (selesai)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • One Night Stand [ MewGulf ]
  • EX's (Completed)
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • SOLITUDES
  • RadenRatih
  • Kemalla
  • We Were Here: Once

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines