THE TWO GREAT SEDUCER'S

THE TWO GREAT SEDUCER'S

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dua sahabat saling suka, tapi ga ngungkapin karna saling mikir mereka bakalan kepisah kalau suatu saat jadian dan putus. Broken home. Rich. Mad. Beranggepan cuma bisa percaya satu sama lain, bikin hubungan mereka bener bener ga sehat. They broke. Mereka ketemu dan merasa bisa saling melengkapi, cuma bisa percaya satu sama lain. Nobody else, nobody can destroy them when they are together. Tapi, apa mereka akan selalu bisa bersama? Distrust. Betray. Semua akan mereka lalui. Saling menekan rasa agar selalu bisa bersama, hati mereka yang hancur membuat tidak ada satu pun yang bisa mereka percaya selain diri sendiri.
All Rights Reserved
#9
seducer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setiap Orang Ada Masa Nya -Enhypen
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • EX's (Completed)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • BarraKilla
  • Kemalla
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • [END] When the Stars are Tired

tujuh sahabat, dipersatukan oleh luka, bukan tawa. Selalu berselisih, tapi tak bisa lari. mereka menelan pahitnya hari, bersama-dalam diam yang penuh amarah. mereka, tujuh jiwa yang saling bersandar dalam diam. masing-masing menyembunyikan luka yang dalam-tak ingin dikasihani, tak ingin membebani. mereka tertawa di luar, tapi tenggelam perlahan di dalam. Karena bagi mereka, menjadi beban adalah luka yang lebih menyakitkan dari apapun. di antara tujuh sahabat itu, ada dua lelaki Riki dan Sunoo yang selalu tersenyum paling lebar, seolah dunia tak pernah menyakitkan. tapi di balik tawa mereka, tersembunyi kenyataan pahit: rumah tak pernah jadi tempat pulang. Mereka tak pernah benar-benar dianggap oleh keluarga, hanya bayangan yang berjalan di sela harapan yang hancur. Ceria mereka adalah topeng, dan luka yang mereka pendam... terlalu dalam untuk bisa diceritakan. mereka bertujuh, seolah kuat, seolah utuh. tapi di balik tawa yang mereka bagi, tersembunyi kesunyian yang tak pernah selesai. entah luka dari keluarga, cinta yang tak pernah kembali, atau perasaan tak pernah cukup, masing-masing menyimpan perangnya sendiri. tak satu pun yang bersuara, seakan takut menyusahkan. Mereka memilih diam, karena bagi mereka, membebani orang lain adalah dosa yang lebih menyakitkan daripada luka itu sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines