AKU 1980

AKU 1980

  • WpView
    Bacaan 4
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Mei 28, 2023
1980, Kelahiran bayi perempuan. LINNIA SANG BULAN. Ia harus kehilangan ibunya ketika masih kecil, ayahnya harus pergi merantau ke Jakarta, ia dibesarkan oleh neneknya di Bangka Belitung. Setelah dibesarkan neneknya, tidak lama kemudian ayahnya menikah lagi dan memiliki adik tiri dari ibunya yang baru. Linnia merasa terpukul dan merasa takut, karena ibu tiri selalu jahat. Lalu, ayahnya kembali lagi ke Jakarta. Dan ibu tirinya itu harus pergi ke Malaysia untuk bekerja sebagai TKW. Hidupnya dimulai dari ia lahir dan menikah. "Kan ku serahkan takdirku kepada tuhan. Karena, manusia tidak bisa memaksakan apapun untuk menginginkannya."
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)
  • Cinta dan Kelembutan: Kisah Seorang Pemuda Menawan (End)
  • Suamiku Adalah Seorang yang Manja (End)
  • Kisah Suami Muda yang Menyesal Pasca Pernikahan (End)

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi