Love for mimi

Love for mimi

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 17, 2021
Sulit sih rasanya bertahan hidup di tengah-tengah dunia bullying, apalagi jumlah bunuh diri di usia muda setiap tahunnya makin bertambah. Tapi khawatirku perlahan memudar setelah mengenal siswa yang peduli dengan sesama murid, wajar sih dia dari kecil suka hal berbau psikologi termaksud sosial. Aku tidak pernah berharap lebih tentang keadaan sekarang, karena pada akhirnya aku tidak bisa menyalahkan keadaan. Seperti kata orang lain dunia tidak pernah baik sama kita, tapi kita yang harus bertambah kuat. Dari pada sibuk urusin hal lain yang mengganggu kehidupanku, mending aku persiapkan mental untuk kejutan baik ataupun buruk berikutnya.
All Rights Reserved
#354
city
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • Rasa Tanpa Nama
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • PHILIA -Story Of Viera- ( END )
  • Remember Me (TERBIT)
  • Juan [REVISI]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

Di hari pertama sekolah, Yuki duduk di pojok kelas, nunduk, nggak ngomong. Nggak senyum. Nggak nanya. Nggak nyapa. "Autis," bisik temen-temen. Lalu jadi lelucon. Dia nggak ngerti kenapa mereka ketawa pas dia nggak ngerti giliran baca. Nggak ngerti kenapa mereka narik kursinya waktu dia mau duduk. Nggak ngerti kenapa semuanya kayak berlomba-lomba bikin dia salah. Tapi yang bikin gue ngeri - dia nggak pernah marah. Yuki cuma diam. Setiap hari. Sampai akhirnya, dia ngomong ke gue. Pelan. Kaku. Kayak takut. "Kamu... nggak jijik?" Gue nggak tahu harus jawab apa. Karena sejujurnya - gue telat sadar. Ini bukan cerita tentang jadi pahlawan buat orang kayak Yuki. Ini cerita tentang gue... yang diem aja saat semua orang ngerusakin dia pelan-pelan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines