Chen Daijun

Chen Daijun

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 26, 2021
Mencoba bersabar. Walau tak semudah itu. Berliku-liku ujian, rintangan yang ditempuh oleh Chen sang protagonis pria yang sepeti Bajingan baik telah dilaluinya. Hingga mencapai jawaban yang ia cari. Selama ini ia cari. Hingga, ketika mencari jawaban itu dia bertemu tokoh sampingan cewek yang rese usil dan penuh susu balon tidak alami. Dia juga bertemu, cewek yang mampu untuk.. bersama dengannya. Meluluhkannya. Mencairkan hati yang beku. Yang semula kosong kini terisi kembali. Cewek mampu yang mau hidup bersama memikul beban dan tawa bersama, Role. "Bersyukurku yang pertama adalah kepada Tuhan, yang kedua adalah kakekku, dan yang terakhir adalah kamu." Kata Chen tersenyum cemerlang. "Aku mantab bersama denganmu, karena ingin mencicipi apa jerih payah itu. Apa gosip bagi istri yang suaminya banyak dikagumi perempuan lain." Kata Role dengan senyum yang merekah dibibir, bersih. No plagiat, what-what. Waht-waht.
All Rights Reserved
#392
money
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • 9096 (Complete)
  • ALRIN
  • Arsyilazka
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • GALEN (SELESAI)

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines