Dandelion [COMPLETED]

Dandelion [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 678
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Wed, May 19, 2021
Satu hal yang dapat Dandelion pelajari dalam hidup yang kata banyak orang brengsek ini adalah jangan pernah berharap pada manusia. Karena hati mereka lemah dan rasa yang mereka punya mudah tuk berubah. Entah dia akan berubah menjadi lembut perasa yang mampu menciptakan bintang - bintang. Atau menjadi penuh kebohongan yang menciptakan luka. Pada akhirnya mereka akan mematahkan janji dan pergi menyisakan rasa sakit yang entah berapa lama akan sembuh.
All Rights Reserved
#882
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Changes a Lot
  • Epiphany [Completed]
  • 3 DANDELIONS AT 3 A.M
  • Narasi patah hati
  • Please, Love Me (END)
  • DANDELION - Jeon Jungkook
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Gadis Dandelion
  • The Bleeding Lady [completed]

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines