CHANTARA : Jewel in The Sky

CHANTARA : Jewel in The Sky

  • WpView
    Reads 2,136
  • WpVote
    Votes 1,100
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Highestrank # 1 in songstory (23/03/2021) "Mau ikut atau tetap di sini?" Chantara membulatkan matanya. "Serius?" Tanpa menjawab, Dirga lanjut berjalan. "Eh, tungguin." Chantara mengambil tasnya. Dan berlari mengejar Dirga yang sudah pergi menjauh. Chantara berusaha menyeimbangkan langkahnya, tapi masih cepat Dirga. "Dirga jalannya cepat. Chantara capek mengejar Dirga." Dirga masih berjalan dan berkata, "Kalau capek, berhenti. Jangan mengejar. Cewek itu seharusnya dikejar bukan mengejar." "ARGHH..." Dirga menghentikan langkahnya. Dia membalikkan tubuhnya dan menghampiri Chantara yang terjatuh. Dia terlihat sangat khawatir. Melihat ekspresi wajah Dirga yang khawatir, Chantara pun tersenyum. "Benar. Cewek itu seharusnya dikejar." Chantara mengedipkan satu matanya. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#543
bulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cantika Story | Eunha x Eunwoo ✔
  • GALANG [SELESAI]
  • DANDY
  • MY OLD FRIEND [END]
  • Arco Iris | TAMAT
  • Possessive Badboy [END]
  • RAGARA [ on going ]
  • D I L E M A

DON'T COPY MY STORY! "Jaket lo mana?" "Ada di tenda." "Kenapa gak pake?" "Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas. Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake." "Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa." "Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah. Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya. "Gede banget," ia mengadu. Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya. "Badan lo kecil." tandasnya. Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian." "Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika. #7 in mos [15 Januari 2019] #15 in ceritasma [9 Januari 2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines