How Can I Catch You?

How Can I Catch You?

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 3, 2021
Hilya selalu terlihat misterius bagi Aidan Gadis cantik dengan hijab syar'i itu selalu menarik perhatian Aidan. Si introvert yang terkenal karena kecantikannya Gadis dingin yang selalu menolak laki laki yang mendekatinya. Title "Ukhti Cantik dan Dingin" sudah kepalang melekat pada diri Hilya Hanya segelintir orang saja yang bisa mengetahui tentang siapa Hilya sebenarnya. Sedangkan Aidan hanya seorang Casanova yang tertarik kepada Hilya. Apakah Hilya akan luluh kepada Aidan? Atau mungkin, malah Aidan yang luluh pada Hilya? Warn! Nonbaku Harsh word Typo bertebaran Start: 03 April 2021 Finish: ... NO PLAGIAT! HARGAI KARYA ORANG LAIN! Votment please~
All Rights Reserved
#453
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • True Love [COMPLETED]
  • Kanaya & Alvino [END]
  • Hidden love
  • Last Meet
  • Hidayah dan Cinta
  • ALESYA (END)
  • A Pinch Of Memories ✔
  • A&H (Adin & Hamas)
  • Astaghfirullah, Fuckboy Husband! [END]

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines