Ne-am actualizat Ghidul de Conținut.
Consultă cele mai recente reguli pentru a continua să distribui povești în siguranță.
Află mai multe
Argantara

Argantara

  • WpView
    LECTURI 73
  • WpVote
    Voturi 42
  • WpPart
    Capitole 3
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare joi, mar 18, 2021
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
••• "Lalu apa maksudnya? Aku hanya harus diam? Aku tidak bisa tinggal diam, Ga! Aku masih tidak bisa meyakini bahwa ada hati untukku, karena disana ada hati yang menunggu mu." "Jaga hatimu, Ocha. Tunggu aku disudutnya." Pasti ngga ada yang mau menjalani hubungan tanpa status bukan?, begitupun Ocha. Tapi Ocha juga nggak bisa berbuat lebih, karena ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Kegalauannya kian besar ketika tiba-tiba cowok itu menunjukan sinyal-sinyal cinta padanya. Namun ketika segalanya menjadi awal yang indah, mendadak Arga menghilang tanpa jejak. Dan Ocha seperti berada di titik terbawah hidupnya ••• mau tau kelanjutannya?? yuk langsung baca jangan lupa vote+coment yaa jangan suka menjadi pembaca gelap:) tolong hargai karya orang lain adaptasi dari novel karya Adi Perkasa. #goodluck🖤 #happy readinggg:3
Toate drepturile rezervate
#6
pertempuran
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • INTO IT
  • Guntur ; BAD BOYFRIEND [SUDAH TERBIT]
  • Three Targeted Girls!!
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • kisah Satria & Aira [End]
  • Bara [REVISI]
  • Raden
  • GLANCE
  • AKSAFA (End)
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut