We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Memintamu kepada Tuhan.

Memintamu kepada Tuhan.

  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Manusia mulai melupakan Tuhan..." ucapku. Hening memenuhi udara sebelum Wira membuka mulut "Ilmu pengetahuan membuat manusia menggantungkan harapan kepadanya ketimbang sama Tuhan.." "Menurut filsuf Feurbach Tuhan adalah wujud keputusasaan manusia.." kembali Wira melanjutkan. "Dahulu memang lebih mudah ngasih jawaban tentang segala hal yang terjadi di semesta adalah perbuatan Tuhan.." Wira kembali bersuara. "Di abad ini di mana semua hal dapat kamu ketahui alasan dibaliknya, kenapa kamu masih percaya Tuhan?..." Berjeda lama dari pertanyaan Wira kepadaku, sebelum aku memberi jawaban "Mungkin aku sedang putus asa, karena tak tahu jawaban dari sesuatu yang ku cari cari..." "Memang apa yang kau cari?" "Seseorang dari masa lalu."
All Rights Reserved
#626
girls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me In (COMPLETED)
  • Between Us || gxg (End)
  • Jodoh Pandangan Pertama (Completed)
  • Why Did You Choose It?
  • Fall in love with Ghost
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • Langkah yang Tak Sia-Sia
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Ananta Bandhana

Satu... dua... tiga... Hanya dalam hitungan tiga detik, dia mampu membiusku dengan auranya yang begitu mempesona. Saat itu, aku masih remaja, terlalu muda untuk memahami perasaan yang tiba-tiba menguasai hatiku. Yang kutahu, dia adalah wanita tercantik yang pernah kulihat. Aku tidak mengenalnya. Aku bahkan tidak tahu namanya. Namun, senyumnya yang samar dan tatapan matanya yang penuh pesona masih terukir jelas dalam ingatanku. Sejak pertemuan singkat itu, waktu terus berjalan. Sebelas tahun berlalu, dan aku mencoba meyakinkan diriku bahwa itu hanya obsesi masa muda-bahwa aku seharusnya sudah melupakannya. Tapi takdir punya rencananya sendiri. Ketika akhirnya aku melihatnya lagi, dia bukan lagi sosok dalam bayanganku. Dia nyata. Dia ada di hadapanku, sama seperti dulu... namun juga berbeda. Kini, aku dihadapkan pada satu pertanyaan besar: Apakah aku cukup berani untuk mendekatinya kali ini? Ataukah aku akan kembali membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja? Start : 1 Juni 2024 End : 27 November 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines