Eunoia Bestari Amerta

Eunoia Bestari Amerta

  • WpView
    Membaca 211
  • WpVote
    Vote 143
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 22, 2022
Berkisah tentang perjalanan hidup Eunoia yang penuh rahasia. Eunoia yang dingin,acuh, serta tak peduli dengan sekitar membuat semua orang penasaran akan kehidupanya . "cape ya,harus terus bolak-balik ke psikiater euni capek euni udah kayak orang gila tau nggk, euni capek harus tenang sama obat dari psikiater,capekkkk" Fiks, aku nggk bisa bikin desc'( langsung aja baca ceritanya yaa sebelumnya ini cerita REAL hasil pemikiran saya,nggk ada plagiat dari cerita lain. kalau ada persamaan nama tokoh dan yang lainya mohon maaf itu hanya kebetulan saja🙏 Buat yang niat memplagiat,ingat yaa gimana kalau kamu yang ada di posisi orang yang ceritanya kamu copy? So nggk enak kan makanya jangan sekali-kali!!! #saynoplagiarism antikaa_💗
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#21
bersaing
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALYA
  • AILAH(END)✅
  • Badgirl and GoodBoy
  • GAZINAYA
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • SCYPHOZOA
  •  Arya Si Pemalas[Snow']
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan