TEA OF MY LIFE

TEA OF MY LIFE

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 15, 2021
Hidupku akhir-akhir ini seperti sedang mencicipi berbagai jenis teh. Beberapa hadir untuk memberi bahagia tanpa efek samping, beberapa sisanya justru memberi efek samping yang berlebihan. Panggil aku Chia, seorang ambivert berzodiak Libra. Setelah mengakhiri hubungan dengan Aji, sepertinya aku mengalami kesialan tiada akhir dalam kisah percintaanku. Beberapa kali aku kira akan berakhir seperti kisah cinta yang bahagia, tapi sayangnya selalu menuai kegagalan. Menurut Tia, sahabatku, hubunganku dengan berbagai jenis lelaki seharusnya sudah membuatku mendapatkan gelar Doktoral dalam bidang mengerti kondisi psikis pria aneh di muka bumi ini hahaha
All Rights Reserved
#855
true
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulip
  • INGKAR
  • Tentang Kita
  • GAMEL (NEW STORY)
  • UNEXPECTED [✔]
  • My Priority
  • Over and over again, you(END)
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • RASI BINTANG
Tulip

Tobi seorang mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi psikiater handal dan Tulip gadis cantik seorang karbol air force academy dipertemukan di sebuah kafe yang menjadi cikal bakal sejarah cinta mereka. Perbedaan sistem pendidikan membuat kisah cintanya harus berjalan LDR, menanti momen bahagia ketika dapat melihat wajah riang dan senyum manis di pipinya. Penantian yang tak berujung dari romantika yang begitu di dambakan, Harmonisasi kebahagian dari senyum di ujung pipinya dan rona merah saat dirinya tersipu. Berharap semua berjalan sesuai ekspetasi dari situasi yang telah di telan bumi. Aku dan dia dari sejarah cinta tanpa kepastian. Bersikukuh untuk mencintai dia yang telah tiada walau ku tahu terus mencintaimu adalah patah hati yang aku ciptakan sendiri. Aku tahu hatiku tak akan pernah sama lagi, tapi aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menabur benih kebahagiaan dalam hidupku, terima kasih karena telah menjadi alasanku untuk berjuang. Semua momen ini membuatku yakin bahwa pertemuanku dengannya bukanlah kebetulan melainkan takdir Tuhan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines