My Future Is My Perfect Boyfriend

My Future Is My Perfect Boyfriend

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 17, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
' Cinta itu, bukan tentang setangkai bunga mawar merah yang kau letakan depan pintu, bukan juga tentang sepucuk surat yang kau kirimkan bersama sebatang coklat , cinta itu adalah hati, hati yang tertaut untuk saling menjaga, meskipun jauh adanya, namun selalu hadir menemani jiwa ' Gumam Naya memandang sosok Arya yang sedang tertidur lelap. " Sayaaang banget sama kamu sayang " ujar naya sambil memeluk arya yang sedang tertidur
Todos los derechos reservados
#432
favorite
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Call It What You Want (END)
  • Dosen Resee!!!
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Suck It and See (Complete)
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Together
  • si buruk rupa

(Update Setiap Hari) "Aku ini istrimu, bukan hiasan rumahmu. Tolong, sekali saja, perlakukan aku selayaknya seorang istri," pinta Kirana dengan nada suara serak. "Memangnya, selama ini, aku memperlakukanmu dengan buruk? Tidak, 'kan?" Satya berujar dengan raut wajah datar. "Kamu tidak pernah menganggapku ada," Kirana menatap nanar Satya, "kita makan di meja yang sama, tidur di ranjang yang sama. Tapi ... kita seperti orang asing." Satya hanya diam. "Aku tahu kamu membenciku dan menikahiku hanya untuk balas dendam, 'kan. Kamu ingin melihatku terpuruk, kan?" "Bukan." "Lantas apa? Lagi pula, kamu mencintai wanita lain dan sampai saat ini, kamu masih berhubungan dengannya. Bahkan, banyak orang yang mengagumi hubungan kalian. Kenapa tidak menikah saja dengannya?" "Kalau bisa, pasti. Tidak usah mencampuri hidupku. Seharusnya, kamu bersyukur, aku mau menikahimu." *** -Salah satu hal yang menyakitkan itu, adalah ketika dirimu memiliki suami, tapi tidak memiliki kasihnya-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido