Ayu ... begitulah orang-orang memanggil dengan akrab, meski bukan nama depannya.
Ayu adalah anak semata wayang, terlahir di tengah-tengah dua keluarga yang bergelimang harta. Om, tante, serta paman dari ayah dan ibunya memiliki kehidupan dengan materi yang lebih. Namun, berbeda dengan kedua orangtuanya, sederhana, penyabar dan gemar bersyukur dalam keadaaan apa pun.
Memiliki banyak asa dalam hidupnya membuat Ayu harus tetap tegar untuk terus melangkah menghadapi getirnya kehidupan, ditambah cobaan yang datang silih berganti bagai air laut yang tak pernah surut. Cacian, hinaan, serta hal menyakitkan lainnya bukan hanya didapatkan dari teman-teman, melainkan keluarganya pun demikian.
Sebagai seorang hamba, wajar saja bila Ayu sudah sampai pada titik lelahnya. Mampukah Ayu melalui segala kesulitan tersebut?
Jadilah saksi hidup Ayu untuk menggapai semua keinginannya dengan membaca novel 'Dibalut Asa' karya Tia Risandini.
Ikuti ceritanya sampai akhir, yah...
(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA.
"Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!"
Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam.
"Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini."
"Orang kayak lo emang pantes dapet temen?"
"Makanya gak usah belagu! Dasar babu!"
Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan.
Mengapa begitu banyak orang yang membencinya?
Apa salahnya?
Di mana letak kekurangannya?
"Urus diri lo sendiri!"
"Dasar manja!"
"Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois."
Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri.
Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca.
Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa.
....
Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.