We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Colours

Colours

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Nama lo siapa?" "Grey." "Kalau gitu kenalin, gue Magenta." • Magenta pernah bertanya, bolehkah ia menjadi teman untuk Grey? Grey menjawab boleh. Sejak saat itu keduanya semakin akrab. Status pertemanan yang terjalin di antara mereka lambat laun membuat Grey sadar bahwa Magenta telah berhasil menarik hatinya. Grey bertanya, bolehkah ia menjadi pacar untuk Magenta? Magenta tak langsung menjawab. Grey tak pernah mendapatkan alasan yang jelas. Namun, sekalinya ia dapat, alasan yang bahkan tak pernah Grey cari tahu pun akhirnya ikut terbongkar. Membuat Grey, yang sempat sembuh dari luka lama, harus kembali merasakan sakit yang nyatanya lebih buruk dari sebelumnya. ••• - Cover edited by @aishftr -
All Rights Reserved
#1
colours
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • Arsyilazka
  • GREENSTA [END]
  • Bagaskara [TAMAT]
  • DEVAN
  • Impossible
  • Sebuah Prank
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Be with you
  • ADARA [SELESAI]

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines