Empathy
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 22, 2022
" Lea, gue tau kalo kita baru beberapa hari deket tapi gue udah yakin kalo Lo orang yang gue cari selama ini. Mau kan Lo jadi pacar gue ?" Cowok itu yakin kalo dia nembak di depan kelas cewek itu pasti diterima. "Hmm" " Kok cuma hmm, mau kan Lo jadi pacar gue ?" Cowok itu belum puas sama jawaban ceweknya. "Ya" Nah kan gue bilang juga apa, nggak ada yang bisa nolak pesona gue. Tinggal hitung nih. 1 2 3 " Kita putus!" Ucap cowok itu dengan bangga. " Oke" cewek itu langsung pergi. Kalo kalian pikir dia bakal sedih, malu, atau kecewa kalian salah. Dia udah biasa. Kenalin Nathaniel Alexandria kelas XI IPA C yang dapet julukan Si Cewek 3 detik. Kalian pasti tahu lah kenapa dia dijuluki seperti itu.
All Rights Reserved
#227
basket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Arsyilazka
  • Ideal Boyfriend [TAMAT]
  • My Possessive Boyfriend (COMPLETED)
  • Dating Demi Gengsi
  • Say My Name
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Possesive Boyfriend [SEGERA TERBIT]
  • Rental Boyfriend

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines