About "Kanvas"

About "Kanvas"

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 4, 2021
"Ketika diri ini sudah terlanjur terikat oleh sebuah perasaan, maka sejauh apapun kau berlari, kau tak akan dapat melupakannya bahkan melepas genggamnya" . . . Aliza Putri, gadis yang kerap disapa dengan Aliza ini sudah terikat oleh perasaan yang terpendam selama bertahun tahun lalu, dengan seorang lelaki, teman masa kecilnya. Parahnya lagi, kali ini ia harus satu kampus dengan laki-laki yang disebutnya Farez, setelah bertahun-tahun mereka berpisah. Bahkan mereka sudah membuat janji pada kanvas, bahwa mereka akan tetap terus bersama. Akankah Farez dan Aliza memilih mempertahankan janjinya atau melepas ?
All Rights Reserved
#3
farez
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Court of Love: Lika-Liku Cinta Alika
  • Tahajjud Cinta [END]
  • cinta di BATAS SENJA
  • Aleeza's Choice
  • VANALEX
  • Cegilbar (cewek gila bar-bar)
  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Sekali Lagi

"Saudara memiliki tenggang waktu tujuh hari untuk dapat mengajukan banding sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Baik, dengan demikian persidangan atas nama terdakwa Reza Nawasena pada hari ini dinyatakan selesai dan ditutup." Tiga kali ketukan palu terdengar memenuhi ruangan sebagai pertanda bahwa persidangan telah selesai. Reza Nawasena, pemuda yang namanya beberapa saat lalu diumumkan hakim pun beranjak dari kursinya yang berada di tengah ruangan, namun tidak ada raut penyesalan yang nampak pada wajah lelaki itu, malah dengan percaya dirinya ia memberikan seulas senyum singkatnya kepada salah satu hakim di hadapannya. Meskipun hampir tidak ada orang di dalam ruangan ini yang menyadarinya, namun Alika sadar betul dengan apa yang baru saja ia lihat, karena mata dan senyuman lelaki itu benar-benar tertuju padanya, dan semestinya Alika tidak membalas tatapan apalagi senyuman lelaki itu. Sudah seharusnya Alika tidak membalasnya, karena jika Alika tidak membalas saat itu, maka semua hal di luar batas ini tidak akan terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines