CRAFT WITH LOVE (Telah Terbit)

CRAFT WITH LOVE (Telah Terbit)

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 2, 2021
"Aima, aku mau dong tas yang kamu unggah kemarin." Ada lebih dari sepuluh teman Aima yang mengantre untuk dibuatkan sebuah tas. Ia jadi bingung. Ia merasa ragu dan tidak percaya diri. Ia takut jika tas buatannya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Menjahit bukanlah hal baru bagi Aima. Namun, ia baru tahu tentang sebuah dunia bernama kerajinan jahit. Ia nekat memasuki dunia itu karena ia sudah jenuh menjadi seorang pencari kerja setelah menyandang gelar sarjana. Ia membutuhkan sebuah pekerjaan. Lantas, apakah Aima berhasil mengatasi kegalauannya? Akankah kerajinan jahit menjadi jalan karier Aima atau hanya sekadar kegemaran sesaat?
All Rights Reserved
#4
jahit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Untukmu
  • Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)
  • Falling into the World of Modeling
  • Partner
  • Para Aktor di Jagat Kasar
  • You Can't Hurry Love [Dihapus Sebagian]
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Blurred Lines

Dari keusilan sang bayu yang menghembuskan kertas-kertasnya hingga keluar kamar berujung pada pertemuannya dengan si dia. Pertemuan Gita dan Farraz adalah sesuatu yang berhasil mengubah cara pikir Gita akan kehidupan dan membantunya menemukan secercah harapan untuk keluar dari kutukan "pengangguran". Perjalanannya bersama Farraz untuk menemukan Ikigai miliknya pun dimulai. Dia mendapatkan kepercayaan dari Farraz untuk menggunakan skillnya agar mereka bisa lolos seleksi pada festival animasi tingkat internasional. Serta membuktikan bahwa itu adalah Ikigai yang selama ini dia miliki dan dia abaikan. Namun, dalam proses menemukan Ikigainya, Gita masih dihantui oleh masa lalunya. Mulai dari kesalahan dan kegagalan yang dia lakukan selama berkecimpung di dunia pariwisata. Juga ketakutannya akan "salah pilih bidang pekerjaan" yang bisa saja mengulangi penyesalan yang sama. "Andai saja aku bisa balik ke masa lalu dan mengubah segalanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines