matalian

matalian

  • WpView
    Leituras 19
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mar 15, 2021
Dengan keterbatasan ini lian menjadi mata bagiku, aku melihat apa yang dia lihat hanya dengan tutur katanya yang lembut menjelaskan setiap apa yang ia lihat padaku. Lian berjanji akan membawaku bersamanya untuk melihat indahnya lautan indahnya langit turun hujan, indahnya matahari terbit dan masih banyak lagi janji yang dia buat. dia memintaku menunggu saat itu datang, namun dia yang tak kunjung datang. ●●● ○mentahan cover by Pinterst
Todos os Direitos Reservados
#180
buta
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DeaSea
  • FRIENDzone (Completed)
  • Honestly Hurt [COMPLETED]
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • Cinta Anak SMA
  • About feelings   (selesai)
  • G.R.A.C.E.L.L.A
  • INTUISI [END]
  • Lovakarta
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo