Terlalu Peka

Terlalu Peka

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 23, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Hanya menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Bukan ahli psikologi hanya saja saya terlalu peka. Peka bukan berarti bisa merasakan semuanya. *Tentang hal-hal yang dapat membunuh mental. *Etika-etika yang perlu dijaga *Apa yang harus dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari *Happy reading #1-Kepekaan [Selasa, 23/03/21] #2-Nasihat diri [Selasa, 23/03/21]
All Rights Reserved
#187
renungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halaman Hidupku
  • Meneroka Jiwa 2
  • Breathe
  • Sebuah Rasa
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Behind the Silence

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines