~HANASTA~

~HANASTA~

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
WARNING!! CERITA MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, KANIBALISME, KATA NON-BAKU, PARA BOCIL ATAU YANG POLOS JANGAN SALAH LAPAK!!!! HEMOPHOBIA ATAU FOBIA DARAH JANGAN BACA TAKUTNYA YA.... JANGAN SALAH LAPAK --------------------------------------------------------------------------------------------- apa jadinya jika hidup sendiri sebatang kara di dunia? bahkan tidak ada satu saudarah yang peduli? bahkan kebutuhan sehai-hari hanya menggantungkan gaji perbulan? pasti sulit menjali kehidupan seorang diri. tapi bukan itu hal tersulit yang di alami Hanasta, tapi apa jadinya jika Hana bertemu dengan seorang psychopath di gudang sekolah, dikelilingi rasa tidak aman dalam hidupnya apalagi Hana selalu di pojokkan oleh teman sekolahnya. banyak misteri yang berada di dalam diri Hana yang tidak diketahui banyak orang, tapi ada satu orang yang mengetahui rahasia kelam Hana akankah rahasia Hana terbongkar atau mungkin Hana habis terlebih dahulu di tangan psychopath?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dead Time ( Waktunya MATI )
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Entangled
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Giona: Second Lead My Husband
  • MEET AFTER PARTINGE
  • MISTERY KEMATIAN CLARA (SELESAI)
  • SHENA [END] ✓
  • SCAR [COMPLETE]
  • "MEREKA" ADA ✔️

" Aku takut." Gumam Hina lirih. Tapi, Karin masih dapat mendengar nya. Karin menoleh, menghela nafasnya kasar. " Yang kamu takutin apa, Ini cuma koran lama. Mana mungkin itu terjadi sekarang. " Ucap Karin. Ia tidak berniat menenangkan Hina. Ia hanya ber argumen. " Mau kamu apakan koran itu?" Tanya Hina yang melihat Karin memasukan kertas itu di sakunya. " Bukan urusanmu!" Pungkas Karin lalu beranjak pergi. " Bagaimana jika pembunuh itu masih hidup?..." Monolog Hina. Ia mengusap-usap lengannya yang mulai merinding. Hina menjadi begidik ngeri. Ia segera menyusul langkah Karin. Sebelum ia benar-benar di perpustakaan itu sendirian. Karin dan Hina tidak bersahabat. Keduanya hanya seperti simbiosis parasitisme, hanya menguntungkan satu pihak. Sebab, koran yang berisi kasus pembunuhan di sekolah. Keduanya akhirnya bersahabat hanya untuk memecahkan misteri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines