Story cover for Hyacinth by Eriayaa
Hyacinth
  • WpView
    Reads 2,392
  • WpVote
    Votes 856
  • WpPart
    Parts 29
  • WpView
    Reads 2,392
  • WpVote
    Votes 856
  • WpPart
    Parts 29
Ongoing, First published Mar 16, 2021
Ada lima orang anak dengan karakter berbeda.

Satu, dia yang paling pintar dan yang paling menyebalkan. Sikapnya paling buruk. Tentu saja sifat itu di latar belakangi sesuatu yang tidak pernah diketahui.

Dua, dari posisi jelas bukan? Si nomor dua yang sebenarnya baik-baik saja dengan posisinya jika hidupnya tanpa tekanan. Sayangnya tekanan itu ada dan membuat nya menjadi menyebalkan.

Tiga, meski ia di posisi ketiga, semua sepakat menempatkan nya di posisi pertama karena kebaikan hatinya, kehangatan perilakunya dan kebijaksanaan berpikir nya. Dia yang sempurna, kata orang.

Empat, dia yang berusaha keras membalikkan keadaan kebaik-baik sajahan karena kerusakan yang dibuatnya untuk duduk di posisi pertama.

Lima, hanya seorang gadis kecil yang  mencari validasi.

Kelimanya terhubung karena harus duduk di kelas bernama Hyacinth. Kelas yang bisa berarti persaingan, perdamaian, permintaan maaf yang tulus, kesetiaan dan kecemburuan.  

Makna Hyacinth manakah yang akan merepresntasikan kisah ke limanya ini?
All Rights Reserved
Sign up to add Hyacinth to your library and receive updates
or
#173kimsejeong
Content Guidelines
You may also like
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Satu semester seribu kenangan by nessaluvvvV
13 parts Complete
APAA??MURID BARUU??BACALAH BAB 1 -BAB 10 UNTUK MELIHAT KELUCUAN MEREKAA,HANYA ADA DI MANA????HANYA ADA DII NESSAAA. SEMOGAA SUKAA YAA SAMA CERITAA YANG ALURNYA GAJEE GNIII Di sebuah SD ternama, tujuh siswa dengan latar belakang berbeda-beda dipertemukan dalam satu kelas di semester terakhir mereka. Mereka adalah Naya, gadis pendiam yang pandai dalam seni; Rama, ketua kelas yang pintar bermain basket; Citra, siswi baru yang sangat ceria.Fina, gadis ceria yang menyimpan rahasia keluarga; dan Arga, anak yang dikenal sebagai murid yang pintar dalam bermain basket,Vaya,murid yang membuat terjadinya geng smart,danu,murid yang datang secara tiba tiba untuk bermain bersama geng smart Meski awalnya tidak terlalu akrab, satu kejadian di awal semester mengubah dinamika mereka. Sebuah tugas kelompok yang mengharuskan mereka bekerja sama membuat mereka mulai saling mengenal. Seiring berjalannya waktu, mereka menghadapi berbagai tantangan: dari masalah pribadi, konflik persahabatan, hingga tekanan akademis. Namun, semester ini bukan hanya tentang tugas sekolah dan ujian .Bagi mereka, ini adalah perjalanan emosional yang penuh dengan tawa, air mata, perselisihan, dan rekonsiliasi. Dari momen-momen kecil seperti berbagi bekal di kantin hingga kejadian besar yang menguji persahabatan mereka, setiap hari di sekolah menjadi kenangan yang tak terlupakan. Di akhir semester, mereka menyadari bahwa waktu yang mereka habiskan bersama bukan sekadar tentang nilai-nilai pelajaran, tetapi tentang pelajaran hidup yang akan mereka bawa ke masa depan. Satu semester ini mengajarkan mereka tentang arti sebenarnya dari persahabatan, dan keberanian untuk menghadapi masa depan.
The Unplayed Song (GL) by olxve77
51 parts Complete
CERITA SUDAH COMPLETE✔️ ⚠️WARNING : Cerita ini mengangkat tema tentang hubungan sesama jenis dan identitas LGBT. Cerita ini ditujukan untuk pembaca yang terbuka terhadap berbagai perspektif dalam kehidupan manusia. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan tema ini, saya sarankan untuk mempertimbangkan kembali sebelum membaca. Harap diingat bahwa novel ini bertujuan untuk merayakan keragaman dan memberikan suara kepada berbagai pengalaman hidup. ------ SINOPSIS : Vio, siswi baru kelas sepuluh di SMA Swasta Bina Bangsa, mencoba menjalani kehidupan sekolahnya dengan membawa luka masa lalu yang mendalam. Pengalaman pahit dengan seorang pria membuatnya trauma dan menutup hati, bahkan untuk sekadar berpikir soal cinta. Namun, semua berubah ketika dia mulai mengenal Netta, kakak kelas yang menjadi pusat perhatian di sekolah. Netta bukan hanya terkenal karena gaya rambut pendeknya, tapi juga karena aura percaya diri dan kharisma alaminya. Gaya bicara yang santai, langkah penuh percaya diri, dan pembawaannya yang mencuri perhatian membuat banyak siswi terpikat. Vio pun tanpa sadar mulai tertarik untuk mengenal Netta lebih dekat. Namun, kebingungan menghampiri ketika Emma, sahabatnya, mengatakan bahwa Netta adalah penyuka sesama jenis. Bulu kuduk Vio seketika merinding mendengar fakta itu. Dalam pikirannya, bagaimana mungkin seseorang yang terlihat begitu sempurna bisa memiliki "kekurangan" sebesar itu? Vio mulai mempertanyakan pandangannya terhadap Netta. ❌Disclaimer: Cover ini dibuat menggunakan bantuan AI (kecerdasan buatan) dan didesain khusus untuk cerita ini. Mohon tidak mengambil atau menggunakan ulang tanpa izin.
You may also like
Slide 1 of 9
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
Don't Talk About Money cover
Cegil Komplek [00L] cover
Insecure [REVISI] cover
Queen of High School cover
Satu semester seribu kenangan cover
Cool Boy & Gadis Halu  cover
The Unplayed Song (GL) cover
ELGITA  (TERBIT) cover

Fractured Cheerfulness (On Going)

24 parts Ongoing

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?