Acheron
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 23, 2022
"Jadi ibu istrinya yang terakhir?" "Ke empat, masih ada yang lain setelahku." "Kalau begitu aku akan punya banyak ibu?" Gerakan tangannya terhenti saat kekehan terdengar dari mulutnya. "Entah bisa kau sebut ibu atau penyihir kita lihat saja nanti." Di ulang tahunnya yang ke lima belas, SOVANNA berdoa pada Tuhan agar mendapat rumah baru yang lebih layak. Ia juga berdoa bisa memasuki Sekolah Menengah Atas favoritnya. Gadis ini bersungguh-sungguh dalam doanya, berharap Tuhan tiba-tiba membuat ibunya menjadi orang kaya. And Voila! Sepertinya Tuhan sangat sayang padanya. Beberapa menit setelah bibir mungil itu mengadu doa. Fakta mengatakan nama belakangnya adalah ACHERON. "Ada lima Iblis pria yang akan segera kau hadapi. Jadi bersiaplah." "Iblis?" Anna mengernyit bingung. "Siapa lagi, tentu saja saudara tirimu." "Kenapa Ibu menyebutnya Iblis? Itu tidak baik." "Kita lihat saja, kau pikir mereka akan semudah itu menerima kita?" Anna diam memperhatikan. Masih memilih kata untuk merespon perkataan sang Ibu yang kini mulai mengepak barang mereka. "Setelah ini tidak akan mudah bagimu Anna." Mampukah Anna bertahan di keluarga barunya? (I don't own the art, credit to the artist)
All Rights Reserved
#256
survive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Living with Brothers  [TAMAT]βœ“
  • Mengalah? Gak papa (END)βœ”
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SATU DARAH
  • Rembulan Laut [TERBIT]
  • DANADYAKSA
  • Imaginary Boyfriend
  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  •  πŸ• π‘πšπ πš 𝟏 π‘πšπ¬πš || π„ππ‡π˜ππ„π [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐒𝐧𝐠]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines