Seribu Senja Untukmu

Seribu Senja Untukmu

  • WpView
    Membaca 179
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 7, 2023
WpInfo
Puisi
*** Dia mengajakku merangkai cerita bersama, berjanji menikmati senja diusia senja. Tutur katanya memukau, ia sempurna juga menerima apa adanya. Hingga suatu ketika, ia memilih merangkai cerita bersamanya. Sementara aku di sini masih menunggu, menulis puisi-puisi sendu tentang langit yang kehilangan senjanya. Tentang tulisan yang kehilangan kata. Cerita ini akan di mulai dengan perpisahan. Tentang dua insan yang saling mencintai lalu dipisahkan oleh takdir. "Karena nggak semua yang hadir akan menjadi takdir." "Biarkan kisah ini abadi walaupun kau tak lagi menapak di bumi." Cinta tanpa suara, dalam hening kita bicara. Lewat kata kuabadikan setiap kenangan tentang kita juga semesta dalam puisi-puisi sendu yang kutulis dalam menunggu. Selamat membaca^^
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • TOUCHED (End)
  • TAK SEINDAH JINGGA
  • Damira (END)
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Benang Senja
  • May I Love You?
  • Cinta Berbalut Puisi

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan