Seribu Senja Untukmu

Seribu Senja Untukmu

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 7, 2023
*** Dia mengajakku merangkai cerita bersama, berjanji menikmati senja diusia senja. Tutur katanya memukau, ia sempurna juga menerima apa adanya. Hingga suatu ketika, ia memilih merangkai cerita bersamanya. Sementara aku di sini masih menunggu, menulis puisi-puisi sendu tentang langit yang kehilangan senjanya. Tentang tulisan yang kehilangan kata. Cerita ini akan di mulai dengan perpisahan. Tentang dua insan yang saling mencintai lalu dipisahkan oleh takdir. "Karena nggak semua yang hadir akan menjadi takdir." "Biarkan kisah ini abadi walaupun kau tak lagi menapak di bumi." Cinta tanpa suara, dalam hening kita bicara. Lewat kata kuabadikan setiap kenangan tentang kita juga semesta dalam puisi-puisi sendu yang kutulis dalam menunggu. Selamat membaca^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • TOUCHED (End)
  • Damira (END)
  • Yang Pernah Patah
  • Narasi patah hati
  • Benang Senja
  • Janji Senja
  • Gus Bara
  • Fajar & Senja
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines