LOSING US

LOSING US

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2023
⚠️ DISCLAIMER Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun alur cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Alur cerita hidup berdasarkan imajinasi dan ide penulis. 🔞 Cerita ini mengandung kekerasan verbal, fisik, dan seksual. Harap bijak dalam membaca. Saya tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang diakibatkan oleh cerita ini. Terimakasih. ••• Jika dengan menyakitiku kamu merasa senang, maka lakukanlah. Sekarang aku sadar bahwa satu-satunya jalan keluar ialah melepas dan rela. Temukan aku nanti dalam rasa penyesalanmu, dalam rasa bersalah yang terus menyiksamu, dalam rasa sakit yang lebih menyiksa dari perlakuanmu padaku. Ego adalah jarak antara kamu dan aku. Kamu sibuk merasa paling tersakiti dan aku sibuk bersabar atas takdir yang rumit. Akhir kisah cinta tidak selalu harus bahagia, kadang duka memang diharuskan ada. Dulu kamu adalah segala hal yang aku usahakan, dan aku adalah segala hal yang kamu paksa buang. Dan sekarang saat melepasku kamu merasa tenang, kenapa tanpamu aku harus gusar? -𝐄𝐃𝐑𝐄𝐀 𝐋𝐄𝐓𝐀 -Cover by Pinterest- Published on, 18 Mar 2023
All Rights Reserved
#428
fakboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • BARA POSSESSIVUM
  • Grafi [End]
  • Valcano
  • Sad Girl
  • FIZYA
  • Hiraeth'n
  • FRIEND ZONK
  • Jejak Waktu [Complete]
  • CLOSER
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines