HAKIKAT WANITA (CONTINUED)

HAKIKAT WANITA (CONTINUED)

  • WpView
    Reads 1,499
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Beberapa hal mengenai wanita dengan bentuk kegagalan membangun perlindungan diri. Tentang arus zaman yang menelan prinsip dasar seorang wanita. "Aku Kehabisan cara mencintai diriku sendiri sehingga rela menjadi orang lain demi alasan dicintai , seolah haus kekaguman dan hilang akal menghanguskan cara berpikir. Berlari mengejar yang dikatakan mimpi ternyata secara sadar aku telah menghilangkan kodrat sebagai wanita dengan alasan mengikuti zaman , mengedepankan pujian yang sebenarnya sebuah pelecehan." Harap penulis dapat mengajak kaum wanita lebih menghargai hakikatnya. Dan bersedia membuka mata akan luasnya penghargaan atas dirinya. Menghilangkan kesempitan akal agar tidak ikut terjungkal bersama zaman. Cerita ditulis berdasar pengalaman pribadi berada dalam lingkungan yang membelenggu para wanita , sama-sama merasakan kekhawatiran tentang zaman yang menenggelamkan "HAKIKAT WANITA" agar ikut bangun dari miskinya akhlak masa kini. Mohon dukungannya kritik dan saran sangat berharga untuk saya. 🔞🔞🔞🔞🔞
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • tasbih cintaku
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Be Mine [Terbit]
  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • A Journey with You
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • BALADA KEHIDUPAN
  • ABBIYYA AL-FARIZI [TERBIT]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines