HAKIKAT WANITA (CONTINUED)

HAKIKAT WANITA (CONTINUED)

  • WpView
    Reads 1,497
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
Beberapa hal mengenai wanita dengan bentuk kegagalan membangun perlindungan diri. Tentang arus zaman yang menelan prinsip dasar seorang wanita. "Aku Kehabisan cara mencintai diriku sendiri sehingga rela menjadi orang lain demi alasan dicintai , seolah haus kekaguman dan hilang akal menghanguskan cara berpikir. Berlari mengejar yang dikatakan mimpi ternyata secara sadar aku telah menghilangkan kodrat sebagai wanita dengan alasan mengikuti zaman , mengedepankan pujian yang sebenarnya sebuah pelecehan." Harap penulis dapat mengajak kaum wanita lebih menghargai hakikatnya. Dan bersedia membuka mata akan luasnya penghargaan atas dirinya. Menghilangkan kesempitan akal agar tidak ikut terjungkal bersama zaman. Cerita ditulis berdasar pengalaman pribadi berada dalam lingkungan yang membelenggu para wanita , sama-sama merasakan kekhawatiran tentang zaman yang menenggelamkan "HAKIKAT WANITA" agar ikut bangun dari miskinya akhlak masa kini. Mohon dukungannya kritik dan saran sangat berharga untuk saya. 🔞🔞🔞🔞🔞
All Rights Reserved
#986
istiqomah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALEYA~~
  • ABBIYYA AL-FARIZI [TERBIT]
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • KANALA (TERBIT)

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines