Darenga Bijaksana, nama yang seharusnya Lean benci, yang membuat Lean harus memutuskan rasa pada pria lain dan memilih tetap pada perasaannya yang tidak terbalaskan.
Kosong, layaknya sebuah rumah yang tidak berpenghuni semenjak rumah itu di bangun, itulah perumpamaan yang cocok untuk dirinya.
Daren adalah cinta pertamanya yang selalu Lean tunggu dan sebutkan di penghujung doanya yang kini berubah menjadi seseorang yang tidak Lean kenali dan semakin sulit Lean dapatkan hanya karena kehilangan.
Bukankah lebih baik menyerah daripada mengharapkan hal yang tidak akan pernah bisa Lean dapatkan?
"Foto itu, kan gue bilang gue gak pajang kalo rasa gue buat lo udah ilang. Sekarang foto itu udah gak ada disini, dan lo bisa menyimpulkan sendiri." -Lean.
"Karena gue manusia, Re. Ada titik jenuhnya juga, gue juga harus bahagia. Kalo masih nunggu lo, sampe kapan gue bisa dapetin kebahagiaan gue yang sesungguhnya?" -Lean.
"Manusia itu bisa berubah pikiran dalam sekejap Le. lo nya aja yang gak tau apa yang gue pikirin selama dua tahun gue pergi." -Daren.
"Jauh dari lo jadi hal yang menakutkan buat gue." -Daren.
All Rights Reserved