Herrialdeko Neska

Herrialdeko Neska

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 206
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo cuma gadis desa yang ingin jadi pacar gue karena harta dan juga ketenaran. Tujuan lo ketebak bitch." Bisik Jeffer dengan nada dingin yang menusuk membuat Fany bergetar. "Tapi aku nggak ada niatan kayak gitu Jef." Bantah Fany. "Gadis miskin kayak lo, berani deketin gue kalau bukan karena uang dan ketenaran lalu karena apa hm?" Jeffer terkekeh mendengar ucapannya sendiri. "Ingat ini Thiffany, Lo itu sampah." Lanjut Jeffer dengan menekan 3 kata terakhir. Tak lupa tatapan tajam nya yang membuat Fany menunduk dan meneteskan air mata. * * * "Kalau menurutku, Tawa seseorang tidak menjamin kebahagiaan. Bisa saja mereka tertawa untuk menutupi kesedihan atau sedang melakukan sandiwara kehidupan. Dan sebab itu kata FAKE diciptakan." -Thiffany Anindita Aneswari * * * Hai readers ! Selamat membaca cerita ini Jangan lupa vote + coment untuk mengapresiasi author. Enjoy!
All Rights Reserved
#370
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • ATHEEYA
  • GENTALA (COMPLETE)
  • Devara [Proses Terbit]
  • GAREN With Hate (End)
  • Alreenzy [END]
  • The Symphony of Gema
  • Impossible
  • I'm Not A Villainess
  • RafaelClara

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines