The Ordinary Days: the day i hugged

The Ordinary Days: the day i hugged

  • WpView
    Lecturas 128
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 20, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Hanya saat kehilangan sesuatu, kita baru menyadari artinya. Berjalan bersisian, bercerita hingga larut malam, berpegangan tangan, berpelukan. Hal hal remeh yang biasa kita lakukan. Hal hal yang kita sia siakan. kuharap hari dengan hal hal biasa itu akan kembali, aku merindukannya. tidak. kita merindukannya. ------------------------------------ Denada Allura Faye. Sutradara muda berbakat dengan karya debut yang bertengger di bioskop selama hampir setahun. Muda, cantik, kompeten, 3 hal yang dengan mudah membuat siapapun menaruh iri. Kevin Alfandra. Seniman terkenal dengan karya yang pernah dipamerkan di New York Museum of Modern Art. Tinggi, tampan, berbakat, kombinasi 3 hal yang membuat pria itu begitu penuh pesona. Sebuah project dokumenter mempertemukan mereka berdua untuk pertama kalinya setelah 6 tahun. Hubungan seperti apa yang dimiliki keduanya di masa lalu?
Todos los derechos reservados
#86
newyork
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • IQRO', ADINDA! {END} ✓
  • Roommate With Benefits
  • He Was My First Love
  • The Cold Husband✅
  • Di Antara Sorotan yang Padam
  • KAZUNA
  • WEKKER
  • LOVE ON YOURSELVES FOREVER

"Iqro', Adinda. Iqro'... baca melalui mata, maka akan kau temukan makna cinta terbesit dalam logika." Memori tak pernah mendusta pada realita. Kata orang ingatan bisa sirna seiring berjalannya usia, tapi hal itu tak berlaku apabila cinta mengikat erat setiap kenangan bersama. Apalagi jika semuanya tercatat di setiap tembok Asmara dan Aksara Pujangga. Kita hanya perlu membaca dan membaca segalanya, maka akan terlintas segala yang pernah terjadi dalam ruang kepala. Adinda Qaisarah telah membuktikannya. Membuktikan bagaimana sosok sang kekasih halal terpahat permanen dalam ingatan tanpa mampu termakan oleh zaman. Laksmana Arisandi. Sosoknya selalu abadi, baik dalam tinta aksara Adinda, maupun setiap goresan dan pahatan bangunan istana cinta mereka.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido