"Iqro', Adinda. Iqro'... baca melalui mata, maka akan kau temukan makna cinta terbesit dalam logika." Memori tak pernah mendusta pada realita. Kata orang ingatan bisa sirna seiring berjalannya usia, tapi hal itu tak berlaku apabila cinta mengikat erat setiap kenangan bersama. Apalagi jika semuanya tercatat di setiap tembok Asmara dan Aksara Pujangga. Kita hanya perlu membaca dan membaca segalanya, maka akan terlintas segala yang pernah terjadi dalam ruang kepala. Adinda Qaisarah telah membuktikannya. Membuktikan bagaimana sosok sang kekasih halal terpahat permanen dalam ingatan tanpa mampu termakan oleh zaman. Laksmana Arisandi. Sosoknya selalu abadi, baik dalam tinta aksara Adinda, maupun setiap goresan dan pahatan bangunan istana cinta mereka.
Más detalles