Story cover for Sudut Segitiga (END) by dheliach
Sudut Segitiga (END)
  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Mar 18, 2021
Mature
"Mulai hari ini, kita adalah sahabat. " ujar Dhea.

"Kita sahabat. " teriak Ravel.

"Kita sahabat selamanya! " lanjut Farel.

"Kita sahabat dan kita harus janji tidak akan jatuh cinta pada sahabat kita sendiri. " ujar Dhea.

"Ana gue sayang sama lu, gue udah jatuh cinta sama lu dari awal waktu kita ketemu di pembagian seragam sekolah. " ujar Ravel yang berhasil membuat Dhea mematung

"Ana lu harus tau kalo gue udah sayang sama lu, udah lama banget gue pengen bilang ini tapi gue gak bisa. " jelas Farel.

"Gue juga udah jatuh cinta sama lu. " balas Dhea.
All Rights Reserved
Sign up to add Sudut Segitiga (END) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Bitter Is You || ✔ || by WSkyelrachanun
29 parts Complete
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan
ASAVELA KIARA  by naaa_day
18 parts Ongoing
"Jangan takut pada manusia tapi takut lah pada tuhan" _Asavela kiara_ ✨✨✨ pernah kah kau mendengar atau melihat tentang seseorang yang memiliki dua sifat?tentu ada di dalam dunia ini, bagaimana ciri ciri nya? sini, cerita ini akan mengajarimu tentang kehidupan yang munafik sebenarnya kenalin seorang gadis cantik yang terkenal kejam yang tidak memiliki rasa kasian kepada sesama manusia di sekolah nya dan di kota tempat dia tinggal dan lahir,di paksa pindah oleh sahabat nya untuk tinggal bersama ayah dan kedua Abang nya di Bandung "Sa...Lo kenapa nggak tinggal sama bokap lo aja sih, ayo lah gue sendiri disini,rasanya kalau nggak ada lo nggak enak,gue nggak punya teman sa, Lo pindah ke Bandung aja sa biar gue ada teman"ucap gadis dari sebrang sana. "gue mau ,tapi Lo tau kan half soul butuh gue"jawab gadis yang sedang calling with bestienya. "iya, gue tau tapi kan masih ada anggota inti lainnya,pliss saa pliss demi sahabat lo ini" paksa gadis di sebrang sana lagi. "okay gue pindah ke sana". "yeayy...,kapan Lo pindah?,nanti suruh bokap lo nyekolahkan Lo sama gue ya". "ya.., gue pindah 2-3 hari lagi,gue harus izin ke nenek dan gue harus berziarah ke makam ibu gue dulu" ucap gadis itu menjawab pertanyaan sahabatnya. "oke,gue titip salam ke almarhumah ibu ya" "yaa"balas gadis itu dan langsung mengakhiri panggilan telepon sahabatnya 'huh' desuh gadis itu menghela nafas 'Bandung i coming...' ✨✨✨ 🔔ini cerita pertama aku ya jadi maaf kalau kurang nyambung atau menarik dan banyak typo nya. 🔔 cerita ini dari otak ku sendiri ya,tidak mengcopy cerita manapun. 🔔jangan lupa follow 🔔happy reading
You may also like
Slide 1 of 8
Bitter Is You || ✔ || cover
ALVASANDRA cover
[NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔ cover
ASAVELA KIARA  cover
ALGARA & ALTARA [End]✓ cover
TUBUH GADIS NERD [END] cover
ReinSheria [COMPLETED] cover
I'm Rafkal Not Raskal !! cover

Bitter Is You || ✔ ||

29 parts Complete

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan