Adara: kita, & anxiety

Adara: kita, & anxiety

  • WpView
    Reads 344
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 18, 2021
⚠ CERITA DI UNPUBLISH UNTUK SEMANTARA ⚠ Aku menyayangi mu, tapi kenapa kau selalu membuat kecewa dengan harapan palsu mu itu, kau pergi meninggalkan diriku disaat aku membutuhkan. Aku butuh bahu untuk bersandar, telinga untuk mendengar tubuh untuk ku rangkul, tapi tak ada seorang pun yang mengerti. Apa benar kau sudah ada yang baru? Jika itu membuatmu bahagia, bersamalah dengan mereka, meski aku membutuhkan mu, maa. ~Adara Yunanda {Draf Oktober 2020}
All Rights Reserved
#21
ayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bentala
  • PROMISE
  • Thank You Juan | Lee Jeno [END]
  • AYARA [END]
  • SILENT TEARS  (REVISI)
  • Detak Surat
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Alodia Azella || Narasi, 2020
  • BROKEN HOME (END✔) SUDAH TERBIT
Bentala

"Ternyata aku salah lan, seharusnya perasaan ini kusimpan baik hingga akhir tanpa ada yang tau kalo pada akhirnya perasaan ini engga akan pernah menyatu dengan pemiliknya." Kadang kita merasa hidup ini penuh dengan misteri. Sesuatu terjadi terkadang diluar nalar kita sebagai manusia biasa. Hadirnya cinta, hadirnya kebahagiaan, hadirnya kasih sayang, dan hadirnya canda dan tawa membuat hidup ini terasa lebih berarti. Senang rasanya saat dalam kondisi keadaan-keadaan tersebut. Namun yang tak habis pikir, Tuhan juga menciptakan perasaan yang berlawanan dengan rasa yang kita inginkan. Yaitu dengan hadirnya sedih, hadirnya patah hati, dan hadirnya air mata. Bahkan tak jarang semesta juga memberikan kita dua perasaan yang berlawanan sekaligus. Misalnya tersenyum disaat sakit, atau sedih disaat tersenyum. Sama seperti Bumi yang harus berjuang untuk kisah asmaranya, mempertahankan hidupnya dan menguatkan hatinya atas takdir yang Tuhan berikan. Mungkinkah dia menyerah? Start 15 Juni 2021 End 20 September 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines