Childlike Man

Childlike Man

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 6, 2023
Don't Forget to Follow me First :) Happy Reading! *** Alex tahu umurnya sudah cukup untuk ke jenjang pernikahan. Tetapi ia masih takut sebab masa lampau. Alex selalu dipaksa Mamanya untuk hal itu, sampai-sampai ia dijodohkan dengan orang yang tak dia kenal sama sekali. Mamanya bosan dengan sikap Alex yang menunda. Menurut mamanya, Alex sangat ke kanak-kanakan di satu sisi. Di sisi lain mamanya sangat ingin memomong cucu dari anak semata wayangnya itu. Bagaimana keputusan Alex selanjutnya? Ia masih takut tetapi keadaan cukup memaksanya. Akankah Alex menemukan pasangan yang pas untuknya? atau ia malah diperlakukan sedemikian dulu. Penasaran?
All Rights Reserved
#375
sadboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri- US
  • SERENDIPITY
  • Perfect uncle ✓
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Married For Babies (Tamat)(Pindah Ke Dream)
  • ALEXON [END]
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • CINTA YANG NYATA

Suatu hari kita dipertemukan oleh hujan, di bawah hujan, kita saling pandang. Kau ibarat payung, membuatku merasa teduh setiap kali dingin mengigilkan. Kita adalah sepasang rindu tanpa ikatan. Seringkali aku membatin, haruskah ku tanyakan perihal rasamu, mengapa kau selalu ada memenuhi segala kebutuhanku. Tuhan teramat baik. Tanpa waktu yang lama, kita akhirnya dipertemukam lagi, kali ini pertemuan yang sangat romantis. Kau memintaku menjadi pendamping hidupmu. Aku merasa beruntung, masih bernafas hingga detik ini. Tidak secuilpun, bahwa hidup bersamamu akan menjadi sebuah kenyataan. Lagi - lagi Tuhan teramat baik, dia berikan aku kesempatan membina keluarga sederhana bersamamu, bukan lagi hujan yang menciptakan romantisnya, namun pelukanmu adalah sebuah keromantisan yang setiap saat ku rasakan. Baru sejenak, karena Tuhan begitu sayang kepadaku. Sepulang dari Honeymoon, Tuhan menguji dengan perpisahan kita setelah honeymoon yang terasa begitu manis. Ingin ku sesali hari itu, andaikan saja begitu bathinku selalu bersuara. Namun, aku tidak ingin menjadi manusia yang tidak tahu diri. Sekarang aku hanya bisa mengikhlaskan, sembari menunggu benihmu yang tumbuh di perutku bisa menatap dunia. Aku tak sanggup lagi membaca deary yang ku pegang saat ini, yang ternyata adalah deary ibuku sendiri. Perlahan semuanya berlalu. Aku kehilangan arah dan tujuan. Semua berubah, kehidupanku. Hingga pada akhirnya, aku tersadarkan. Bahwa tidak ada surat ibu ke koran, tiada deary, tidak ada ibu angkat yang jahat, juga tidak ada kisah cintaku bersama Alex. Orang yang ku benci selama ini adalah ibu, perempuan yang melahirkanku. Perempuan yang masih bisa menatapku dengan penuh cinta, disaat suaminya, Ayahku. Harus meregang nyawanya karenaku. Semua ulahku, andai saja aku mendengarkan permintaan ibu untuk tidak menjalin hubungan dengan Arkan, ini tidak terjadi. Pasien skizofrenia ! Aku melangkah gontai, mengikuti langkah kaki perawat yang memanggilku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines