Ketika Allah Mengajarkan Cinta

Ketika Allah Mengajarkan Cinta

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 18, 2021
Pernah hatimu merasakan kekuatan mencintai Kau tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu Kau menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, terluka dan berduka Namun hatimu tetap diwarnai mencinta Itulah dalamnya cinta Pernah cinta memerahkan hati membutakan mata Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu Padahal sesungguhnya hanya kehampaan Yang mengisi sisi gelap hatimu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • You And I
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • THIS YOU!!?
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • HATI��💔 YANG TERPILIH
  • JUst foR YoU ❤️
  • KenSil (Kisah yang Belum Usai) ✓
  • ngger adalah vandyku

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines