Hujan
  • WpView
    LECTURES 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mars 18, 2021
Aku sangat suka sekali pada hujan, menurutku hujan adalah sebuah keindahan dari Tuhan yang turun dari langit. Pada kali ini aku akan menceritakan tentang aku dan hujan. Malam yang dingin, kutengadahkan wajahku ke atas menatap langit, sepertinya langit masih berselimut mendung. Teras rumahku juga masih basah. Tadi sore hujan turun lagi, sepertinya akhir - akhir ini hujan seringkali turun membasahi bumi ini. Waktu pun terus berlalu, malam ini semakin larut. Aku segera masuk kedalam kamarku dan tidur untuk bersiap sekolah pada esok hari. Ayam pun sudah berkokok membangunkan tidurku. Di pagi hari ini, aku bersiap - siap untuk segera berangkat sekolah. Setelah siap aku berpamitan pada ayah dan ibuku. Kulangkahkan kakiku keluar rumah dan ku lihat langit yang begitu cerah di pagi hari ini. Di sekolah, aku sampai tepat pada pukul 06.20 WIB dengan ditemani udara yang sejuk, aku berjalan menuju ruang kelasku.  Aku melihat kesekitar lingkungan sekolahku, terasa masih sepi hanya terdapat beberapa orang yang sudah berada di lingkungan sekolah. Setelah aku sampai di kelas hanya ada beberapa temanku yang sudah datang mendahuluiku. Bel masuk pun berbunyi, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Aku bersiap - siap untuk belajar. Aku keluarkan buku pelajaranku, duduk dengan rapih dan memperhatikan kata demi kata yang diucapkan oleh guruku. Waktu terus berlalu, ku melihat langit yang mulai mendung rasa senang dalam hatiku saat hujan yang kutunggu akan segera turun. Bel pulang pun sudah mulai terdengar, seluruh siswa - siswi di sekolahku mulai keluar dari kelasnya. Tidak lama kemudian hujan turun membasahi semuanya. Dan aku bersorak senang, namun ada orang yang tidak suka pada hujan. Dan mereka kebingungan untuk pulang. " yahh hujan gimana pulangnya ? Pasti basah semua pakaianku " ucap mereka.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Embun Pagi
  • adek kelas [na jaemin] [proses revisi yeu]
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Denial
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu