Story cover for Regret by Shanchicavira
Regret
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 18, 2021
"Kakak boleh aku mintak satu keinginan?"
ucap Natha sambil tersenyum tipis


"_"

                   ************************


  Aku sering meratapi nasibku sendiri.
mempunyai keluarga yang memiliki segalanya.
tak menentu hidup ku bahagia.setiap hari aku harus merasakan caci maki  ayah, dan  Kakak Perempuan ku.


Sungguh menyakitkan  ketika  orang lain bisa merasakan kehangatan dan kasih saya keluarga,
sedangkan aku tidak, aku hanya melihat kebencian di mata   keluargaku. 


_Natha Amelia dirgantara_


                                    ********

haii

selamat datang di cerita ku.

WARNING
Cerita ini banyak adegan kekerasan, jangan ditiru .

Okey ambil positifnya dan buang negatifnya
All Rights Reserved
Sign up to add Regret to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dibalik Tawa  cover
SYAKIRA how are you? cover
Paradise cover
TANAKA [END] cover
R I N D U  cover
TRAUMA! cover
Rumah Dalam Kaca Giselle [ON GOING] cover
Bumi Ranah Sagara ~Tamat~ cover
FILOSOFI RUMAH cover
Adek Abang || END cover

Dibalik Tawa

16 parts Complete

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku