Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Regret
  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Mots-cléssad
"Kakak boleh aku mintak satu keinginan?" ucap Natha sambil tersenyum tipis "_" ************************ Aku sering meratapi nasibku sendiri. mempunyai keluarga yang memiliki segalanya. tak menentu hidup ku bahagia.setiap hari aku harus merasakan caci maki ayah, dan Kakak Perempuan ku. Sungguh menyakitkan ketika orang lain bisa merasakan kehangatan dan kasih saya keluarga, sedangkan aku tidak, aku hanya melihat kebencian di mata keluargaku. _Natha Amelia dirgantara_ ******** haii selamat datang di cerita ku. WARNING Cerita ini banyak adegan kekerasan, jangan ditiru . Okey ambil positifnya dan buang negatifnya
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Paradise
  • Secangkir Teh
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Deandra - End✔ (SUDAH DI BUKUKAN)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • TRAUMA!
  • Good Liar
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • SYAKIRA how are you?

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu