Story cover for Metgezel by zzylia_vyj
Metgezel
  • WpView
    MGA BUMASA 28
  • WpVote
    Mga Boto 9
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 28
  • WpVote
    Mga Boto 9
  • WpPart
    Mga Parte 4
Ongoing, Unang na-publish Mar 18, 2021
Ezel ingin menjadi tingkerbell, karena tinggal di Neverland terlihat menyenangkan. Di Neverland selalu ada Peterpan yang akan menemani Tingkerbell. 

Tapi Ezel lupa akan kisah selanjutnya. Ia melupakan bagaimana sakitnya menjadi Tingkerbell yang mencintai dalam satu pihak. Ezel melupakan hal itu. 

Tanpa disadari Ezel, ia telah menjadi Tingkerbell. Sejak semua ini dimulai. 


Akankah kisah cintanya sama seperti Tingkerbell pada Peterpan? Atau malah sebaliknya, dimana ia yang akan menjadi Wendy bagi Peterpan?  

_____________________ 
Written by ZZYLIA 

Start : 1 April 2021
Finish :
All Rights Reserved
Sign up to add Metgezel to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
F A K E ? [End] ni zeevadeva__
58 parte Kumpleto
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
FANI : He's Edgar Erzantara cover
happy ending  Versi Ku Kapan? cover
F A K E ? [End] cover
Unfinished Feelings cover
Love?(Nomin)(END) cover
REZZA cover
What If i Told That ILY (TAMAT!!) cover
He So Cool [REAL STORY END] cover
ALVIVA (END) cover
JALAN CINTA KITA (END) cover

FANI : He's Edgar Erzantara

11 parte Ongoing

Edgar, nama itu mungkinkah akan selalu ada di hati? Atau akan terganti? Bagaimana jika dulu aku tak mengatakan kalimat itu, apa dia masih bersama ku? Bersama? Apa bisa di katakan bersama jika status saja tak ada? Edgar itu, cowok tengil yang membuat ku tak menyukainya. Apapun yang dia lakukan akan membuat ku jengkel berkepanjangan. Sampai tak menyadari jika dia membuat ku merasa nyaman. Ini bukan tentang aku yang sedang patah hati, bukan juga tentang aku yang bersama seorang pengganti, tapi ini tentang Edgar, cowok yang akan ku akui jika dia yang ku cintai. "Lalu bolehkah aku meminta untuk kembali ke masa lalu, mengatakan jika dia orang yang membuat ku merasakan kebahagiaan itu, juga orang yang ku cintai kala itu?" "Sayang itu hanya pertemuan yang mengisi ruang, bukan pertemuan yang berakhir kebahagiaan."