Ibu Tiriku Malaikatku

Ibu Tiriku Malaikatku

  • WpView
    LECTURAS 90
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 16, 2021
WpInfo
Fanfic
Aku pikir dia jahat, semua kebaikan nya tidak ternilai di mataku. saat ia ada pun aku tidak menganggap nya ada, saat ia peduli pun aku selalu mengabaikan nya. Dan ia tidak pernah membanding-mbandingkan diriku dengan anak nya sendiri. dia selalu bersikap adil kepadaku, tapi aku tidak pernah menyadari itu. Sampai akhir nya dia pergi dan kalung mutiara yang ia rangkai khusus untukku hanyalah sebuah kenang-kenangan dan itu satu-satu nya kenang-kenangan dari nya. Rasanya hampa saat diriku kehilangan orang sebaik dan sehati malaikat
Todos los derechos reservados
#906
malaikat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • Maulinda Athalia [END]
  • RANNA
  • Seorang Amelda
  • KALINDRA
  • ALA
  • CRAZY MARRIAGE [Selesai]
  • MELTING THE COOLEST HUSBAND [LENGKAP]
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)
  • ARABELLA [Hiatus]

Prolog: Humaira selalu bersikap baik kepada siapapun. Bahkan, kepada orang yang menyakiti perasaannya. Humaira adalah orang penuh kasih, orang yang selalu tertawa dan menghibur, akan tetapi ... setiap kali ia melindungi orang yang selama ini ia sayangi dengan hati yang tulus. Justru, itu adalah orang yang menyakiti perasaan, lebih menyakitkan dibandingkan orang yang membencinya secara terang-terangan. Ibunya sendiri. Ibunya sendiri orang yang ia sayangi, sekaligus orang yang selalu menorehkan luka. Berbeda dengan Lia, ia hanyalah gadis keras kepala yang orang orang kenal. Ia adalah orang yang paling keras ketika menegakan kebenaran, paling keras ketika berargumen, serta paling mengerti detail kecil seseorang. Lia tidak sama seperti Humaira, Lia adalah gadis yang berani membalas orang yang menyakitinya. Jika ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, ia tak membalas dengan omongan. Ia membalas dengan menghancurkan kehidupan orang itu, hingga orang itu putus asa. Ia bukanlah pemaaf seperti Humaira. Ia lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seseorang yang memakai topeng.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido