Story cover for Langit Dara [End] by IndahOctaviany
Langit Dara [End]
  • WpView
    Reads 2,000,885
  • WpVote
    Votes 222,422
  • WpPart
    Parts 50
  • WpView
    Reads 2,000,885
  • WpVote
    Votes 222,422
  • WpPart
    Parts 50
Complete, First published Mar 19, 2021
Bahkan, hubungan yang awalnya baik-baik saja pun akan berubah tanpa pernah diminta, disadari, dan diharapkan.

Kehadiran orang-orang baru di lingkungannya, akan membuat mereka lupa pada lingkungan lama yang pernah ia tempati juga.

Setelah orang itu hilang, barulah dia akan tersadar.

Semuanya hanya perihal waktu. Melupakan, lantas berujung penyesalan.

"Siapa yang nyakitin lo, Dar?"

"Diri gue sendiri."

Iya, dia yang menyakiti dirinya sendiri. Andai saja dia tidak sok kuat dan bertingkah seolah semuanya akan baik-baik saja, dia tak akan pernah mengalami rasa kecewa yang begitu dalam.

***

LANGIT DARA
All Rights Reserved
Sign up to add Langit Dara [End] to your library and receive updates
or
#363cakra
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
Crazy Girl (Hiatus) cover
Tikungunya cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
ALdanDara [Selesai] cover
EPIPHANY cover
AURORA cover
Andira [End]  cover
Perihal Waktu  cover
Ali Arkhan cover

Rama Prananta (Sudah Terbit)

31 parts Complete

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.