I Wish
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
Yui dengan sejuta rahasia yang disimpannya hanyalah sosok gadis yang mencoba tegar akan nasib yang menimpa hidupnya. Disaat dia mencoba mengubur dalam dalam harapannya Satu persatu cahaya datang memanggilnya, Hatinya tengah bimbang akankah ia menoleh ke belakang untuk melihat kembali masa lalu nya ataukah memandang lurus ke depan dan mengabaikan harapannya walaupun kemudian luka itu semakin menyakitinya. " Hingga saat itu, tidak bisa dipercaya seorang lelaki berkacamata bulat dan jas putihnya, mematahkan prinsipku dengan mudah. Padahal prinsip itu sudah seperti benteng pertahananku yang susah payah kubangun bertahun tahun, aku sungguh tidak bercanda. Aku hanya jatuh cinta padanya, bolehkah?" - Kim Yui
All Rights Reserved
#19
joshuahong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jurnal Dokter Muda
  • Late Regret
  • Heartbeats & Headlines
  • ANGKASA || JJH [END✓]
  • it's okay, you're alive ── 𝘍𝘪𝘯𝘪𝘴𝘩
  • The Kwons: Life, Love, And Ghosts
  • Broken Hearts [END]
  • Between Crasher and Beat (KyuSung Fanfic)
  • Persona [Meanie] ✓

Tiga belas dokter muda, baru lulus pendidikan spesialis dan umum, tinggal dalam satu kost sederhana di sudut kota Bandung. Mereka bukan sekadar rekan kerja, tapi teman seperjuangan yang menghadapi dunia rumah sakit dengan segala tekanan, darah, tawa, dan luka yang tak selalu kasat mata. Setiap hari adalah kisah baru-antara ruang tindakan, pasien yang kritis, konflik antar spesialis, hingga rahasia pribadi yang tak semua berani diungkap. Ada Adi, si tenang yang diam-diam mengidap anemia dan hemofilia. Ada Dion, satu-satunya dokter umum yang berusaha jadi penengah di antara para spesialis. Hao, si flamboyan yang dijuluki "buaya" karena tingkahnya di luar jam kerja. Dan mereka semua, satu per satu, dihadapkan pada batas antara kemanusiaan dan profesionalisme. Namun ketika tubuh dan emosi mulai jatuh satu per satu, mereka belajar bahwa menjadi dokter bukan cuma soal menyembuhkan-tapi juga bertahan hidup di antara rasa bersalah, kehilangan, dan cinta yang tertahan. Di tengah gedung rumah sakit yang tak pernah tidur, di antara bunyi monitor dan panggilan code blue, kisah mereka terus berjalan. Karena di balik jas putih itu... ada tiga belas jiwa yang juga ingin didengar. --- • Bahasa kadang baku kadang non baku Jangan lupa vote dan coment

More details
WpActionLinkContent Guidelines