Lakuna
  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 14, 2023
Kata orang cinta pertama itu rasanya kaya bumbu dapur, kadang ada yang manis, pait dan kadang juga pedas, berbagai macam. Kalau kamu ga siap buat jatuh, kenapa memilih jatuh cinta? Kan kalau sudah jatuh menyusahkan jadinya. Jatuh cinta, seharusnya sudah siap untuk jatuh. Awalnya sih senang, lama-lama juga capek. "Aku dengar, kamu suka aku. Emang nya iya?" "Dengar dari mana?" "Temanmu." "Dia bohong. Kalau iya pun, luka kamu terlalu banyak. "Kamu bisa menutupinya." "Aku cuma ada satu plester. Itu ga akan bisa buat kamu sembuh." "Kenapa ga mencoba menutupi dengan satu plester itu?" "Masalahnya luka kamu bernanah, aku engga bisa. Lagian mau diganti plester baru pun, orang lama masih pemenangnya." - start : 25 September 2022 - finish? Dilarang plagiat, inget undang-undang hak cipta! yang plagiat semoga hidupnya ga tenang:) Jangan lupa beri vote and komen nya( '◡‿ゝ◡')
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amour (COMPLETE)
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • BETWEEN
  • DIEZZA (Sudah Terbit)
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Let Me Love You Longer
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • ALEAGRA [END]
  • F A K E ? [End]

Ana hanyalah gadis lemah yang penuh rasa tertekan akibat keluarganya sendiri. Hidupnya terbelenggu penderitaan yang berasal dari kesalahan yang tak pantas disebut kesalahan. Ayahnya bilang dia hanya sosok pembawa sial. Ya, ia menerimanya. Terlanjur menyalahkan diri akibat kepergian orang yang dicintai membuat Ana terbiasa menjadi pihak yang selalu disalahkan. Sampai Sadewa datang. Pemuda yang ia obati luka diwajahnya saat tak sengaja bertemu halte. Kejadian di mana ia nyaris lupa, jika Sadewa tak mengingatkannya sendiri. Semua mulai berubah, Ana kira keberadaan sahabat-sahabatnya lebih dari cukup sebagai obat pelipur lara, tapi di saat Sadewa menawarkan sebuah rasa yang begitu indah bernama cinta padanya, untuk pertama kalinya Ana ingin mengubah takdirnya sebagai pihak yang selalu disalahkan. "Lepaskan Sadewa untuk saudarimu, Valda" "Na, janji jangan pernah tinggalin aku ya?" Ana dipaksa memilih. Bagaimana ia bisa, jika kedua pilihan yang disodorkan sama menghancurkannya? ------------ Masih pemula, Bisa follow dulu lah sebelum baca🤣👌💜

More details
WpActionLinkContent Guidelines