Lakuna
  • WpView
    GELESEN 135
  • WpVote
    Stimmen 29
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Okt. 14, 2023
WpInfo
Belletristik
Romantik
Kata orang cinta pertama itu rasanya kaya bumbu dapur, kadang ada yang manis, pait dan kadang juga pedas, berbagai macam. Kalau kamu ga siap buat jatuh, kenapa memilih jatuh cinta? Kan kalau sudah jatuh menyusahkan jadinya. Jatuh cinta, seharusnya sudah siap untuk jatuh. Awalnya sih senang, lama-lama juga capek. "Aku dengar, kamu suka aku. Emang nya iya?" "Dengar dari mana?" "Temanmu." "Dia bohong. Kalau iya pun, luka kamu terlalu banyak. "Kamu bisa menutupinya." "Aku cuma ada satu plester. Itu ga akan bisa buat kamu sembuh." "Kenapa ga mencoba menutupi dengan satu plester itu?" "Masalahnya luka kamu bernanah, aku engga bisa. Lagian mau diganti plester baru pun, orang lama masih pemenangnya." - start : 25 September 2022 - finish? Dilarang plagiat, inget undang-undang hak cipta! yang plagiat semoga hidupnya ga tenang:) Jangan lupa beri vote and komen nya( '◡‿ゝ◡')
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • F A K E ? [End]
  • GALANG [SELESAI]
  • Amour (COMPLETE)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Dira-no
  • DIEZZA (Sudah Terbit)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Let Me Love You Longer

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien