We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jurnal Misteri

Jurnal Misteri

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 8, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
Hari ini merupakan hari pertama aku menginjakan kaki dan duduk di bangku sekolah yang kebanyakan orang sangat berbangga diri mengenakan seragam putih abu-abu. Yaa, pagi ini aku melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah seperti halnya siswa lain. Tak ada yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, mendapat suasana baru dan adaptasi lingkungan yang tentunya cukup sulit dengan diriku yang bisa dibilang sebagai anak pendiam dan susah beradaptasi dengan cepat. Sekolahku ini merupakan salah satu sekolah kejuruan terfavorit di kotaku. Dan dari sekian banyak nya jurusan yang ada, aku lebih memilih jurusan akuntansi karena sejak kecil aku memiliki cita-cita menjadi seorang punggawa keuangan negara. Sekitar 10 menit berjalan dari gerbang, akhir nya aku sampai di ruang kelasku dan aku lebih memilih duduk di bangku kedua dari meja paling depan karena aku memiliki permasalahan minus pada mataku. Tak terasa waktupun begitu cepat berlalu dan sudah beranjak sore, semua pelajaran pun telah selesai. Guru dan semua teman dikelaspun satu persatu keluar meninggalkan ruang kelasku begitu pun dengan ku, aku merapikan semua perlengkapan sekolah dan hendak keluar kelas. Namun saat akan meninggalkan ruangan, aku mendengar dengan jelas suara tangisan seorang wanita dekat laboratorium komputer yang letaknya berdampingan dengan kelasku. Dan kemudian hidungku mengeluarkan darah, pendengaranku berdengung keras dan ketika aku berbalik kebelakang, betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita memakai batik berwarna merah dengan banyak nya darah yang mengalir dikepala dan jari tangan nya. Aku sangat merasa takut ketika sosok itu terus mendekatiku sehingga posisinya sangat tepat berada didepan wajahku. Tak kuasa aku menahan rasa takutku hingga akhirnya pandangan ku menjadi gelap dan akupun kehilangan kesadaranku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Menanti
  • Kaca yang retak
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Self Injury's(complete)✔
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines