Demi Kamu, Cewek Jutek!

Demi Kamu, Cewek Jutek!

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 9, 2023
Di mata Guntur, seorang Gina Pramudita adalah senior paling menyebalkan sekaligus paling menggemaskan di kantor. Sepanjang sejarah peradabannya di bumi, belum pernah ada makhluk bergender perempuan mana pun yang menolak pesonanya. Namun, Gina sebaliknya. Cewek itu seolah memandang Guntur seperti hama yang harus segera dimusnahkan. "Lihat aja, gue akan bikin Gina terbucin-bucin sama gue. Dia bukan nggak suka, tapi belum." Itu kalimat yang selalu jadi mantra penyemangatnya tiap kali habis disemprot dengan segala serapah dari mulut cewek jutek itu. Kegilaan Guntur dan keangkuhan Gina adalah pemandangan paling kontras yang menjadi hiburan tersendiri bagi si kembar Gista dan Giska. Keberadaan dua makhluk fotokopian ini tidak banyak membantu usaha Guntur mendekati Gina, malah seringnya bikin ambyar. Namun, mereka adalah fans paling militan yang bersedia menolong apa pun rencana gila yang Guntur susun. Akankah Gina luluh? Atau dia akan makin menindas Guntur seperti saran Beben, senior yang baru kembali dari tugas di luar pulau? Terlebih saat ada seorang wanita cantik yang hampir setiap hari datang ke kantor dan menemui Guntur, yang membuat kadar kesinisan Gina makin menjadi.
All Rights Reserved
#303
jutek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keep Your Smile
  • Miss You, Lokatara!
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • KISSELLE
  • Be My Lovers at Midnight
  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • Martanita [END]
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Dillema: The End Of Beginning

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

More details
WpActionLinkContent Guidelines