Hello Zero!

Hello Zero!

  • WpView
    Reads 1,332
  • WpVote
    Votes 442
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 2, 2021
Orang bilang kehidupan remaja adalah hal yang paling menyenangkan sebelum menjadi dewasa. Tapi mungkin itu tidak berlaku untuk Zero. Zero hidup dalam bayang-bayang, terus berkamuflase agar tidak ada yang tau siapa dia sesungguhnya. Hidup Zero hanyalah obat, saingan, musuh dan musik. Tidak ada hal yang berarti selain belajar, bertengkar dan merasakan rasa sakit. Hingga saat itu, gadis berambut ungu muncul dan perlahan-lahan mulai melunturkan warna-warna palsu di hidup Zero. "Aku bukan orang jahat, aku juga korban!" |🏅| Top ranking #2 in Kamuflase 20 Oktober 2021 _______________________ Ⓦⓞⓡⓚ ② Mulai : 21 Maret 2021 Selesai :-
All Rights Reserved
#71
ambisius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Orang Mati
  • [2] Stepb: The Other Sin ✔
  • Another Seyra! Antagonist Girl [End]
  • ALFAREZEL [SELESAI]
  • Difficult Choice ✔
  • Lencana SK
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • REZANGGA
  • oppressor or oppressed? (TAMAT)
  • Stop It, Darka! [END]

⚠️TRIGGER WARNING⚠️ ⚠️CHILDHOOD TRAUMA ⚠️CHILD ABUSE ⚠️MANIPULATION ⚠️SELF HARM ⚠️TOXIC FAMILY AND RELATIONSHIP ⚠️VIOLENCE ⚠️REVENGE⚠️ Memperlihatkan berbagai macam bentuk hati dan sakitnya. Mulai dari situasi rumah yang mengancam nyawa hingga rumah yang tak bernyawa. Ada mata yang sudah mati dan ada mayat hidup. Inilah kepalsuan yang dinyatakan bahkan kenyataan yang dipalsukan. "Orang tua selalu ingat jasa mereka, namun tidak pernah bahkan melihat usaha anaknya. Anak itu juga kesusahan menjaga kepribadiannya. Banyak hal mengerikan yang bisa tumbuh didalam diri kita, menjadi pembohong, pencuri bahkan psikopat. Fase ini selalu mengelilingi, menunggu kita lengah.Tapi siapa yang ingat? Who cares"Tiar Lotusia. "Orang tua yang tidak mau menerima kesalahannya tidak lebih dari sekedar orang dewasa bagi anaknya. Yah, lagi pula sekalipun kita membayar hutang budi itu berkali-kali lipat. Kita tetap disebut tidak tau diri, kan?"Bihan Bachtar. Anak-anak ini juga manusia. "Rumah orang mati" merupakan tempat dimana usaha, perjuangan bertahan hidup dan juga sisi gelap mereka mendapatkan perhatian. Selamat menyelami dunia manusia yang mati-matian ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines