JALUR LANGIT

JALUR LANGIT

  • WpView
    LECTURAS 21,927
  • WpVote
    Votos 1,112
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 21, 2025
Ini tentang kisah cinta dalam diam di pondok pesantren Al-Qamar, pondok pesantren ternama di kota Jakarta, dengan di pimpin oleh Kyai Hasan selaku anak tunggal dari pemilik pesantren yang sudah lama meninggal. Zayyad Hafidz Al-Ghifari, laki-laki tampan berhidung mancung, serta bertubuh tinggi, yang notabene nya adalah putra Kyai itu berhasil memikat beberapa orang santri putri di pondok milik sang kakek, termasuk Fatimah Naura Az-Zahra, ia juga ikut terpikat, namun berbeda, ia terpikat karena perilaku Gus Hafidz yang menurutnya bagus. "Aku tidak memandang wajah mu Gus, tapi aku memandang perilaku mu terhadap orang sekitar" - Zahra. "Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Ya Allah, jika engkau menghendaki kami bersatu, maka tolong lancarkan" - Gus Hafidz. Perlu di ingat perjodohan di kalangan keluarga ulama seperti nya sangat sering terjadi, apakah itu juga berlaku untuk mereka? Apakah mereka juga akan di pisahkan oleh garisan takdir? Wallahu a'lam silahkan baca langsung saja semoga suka. Karya ini murni buatan aku sendiri, tidak menjiplak di karya mana pun, kejadian nya ada yang imajinasi ada juga yang nyata. Plagiat mending jauh jauh deh, kalau ada alur atau nama tokoh yang sama dengan karya orang lain, berarti itu atas unsur ketidak sengajaan, terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak, vote, komen, atau follow, bubayy. Start : 29 - 03 - 2021 Finish : -
Todos los derechos reservados
#48
sayyid
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 10. Saktah
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Ning Tersembunyi(on Going)
  • ASTAGHFIRULLAH, GUS AFZAL!
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • Presma Pesantren
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Disantrikan Gus Dingin
  • Ijbar [Selesai]

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido