Takdir, Waktu, dan Kita

Takdir, Waktu, dan Kita

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 27, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Seorang gadis memutuskan pulang melewati jalan setapak yang baru dilewatinya pertama kali. Lelah, Ia berniat duduk sejenak di bangku yang terdapat di tengah perjalanan. Tak disangka, ia bertemu seorang pria separuh baya yang bijaksana. Tumbuhlah sebuah rasa dalam hatinya. [Cerita hanyalah fiktif belaka. Banyak hal yang bersifat tidak nyata. Tolong ambil beberapa hikmah dari ceritanya saja]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Unspoken Love
  • Ex or New? [REVISI]
  • Erlangga
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Streets Love Story
  • Hujan Pasti Bermuara
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja
  • Flat Heart

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines