Bintang dan Kenangan (END)

Bintang dan Kenangan (END)

  • WpView
    Reads 71,096
  • WpVote
    Votes 5,760
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Thu, May 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bintang Rahmania Putri, seorang gadis berusia 21 tahun tengah berduka karena kabar kematian dari seseorang yang akan menikahinya. Tepat di hari pernikahan yang seharusnya adalah momen bahagia, malah berubah menjadi suasana duka. Bintang merasa sangat kehilangan, sebab seseorang itu bukan hanya calon suami, namun juga adalah sahabatnya sejak kecil. Di tengah hari dukanya, seseorang tiba-tiba saja datang melamar Bintang. Hatinya gundah, akankah Bintang menerima lamaran tersebut dan berbahagia atas pernikahannya? Silahkan dibaca.
All Rights Reserved
#836
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Ijbar [Selesai]
  • SEGITIGA CINTA
  • Jemput Aku ✔ |SUDAH TERBIT|
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Gelas Kaca

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines