ME AND YOU [On Going]

ME AND YOU [On Going]

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 11, 2023
Tentang sepi dan gelapnya hariku, Aku tidak pernah menyalahi perkara pertemuan kita. Soal rasa dan hati, biarlah aku yang terus mengejarmu tanpa henti. Kau mudah untuk ku perjuangkan, namun sulit untuk dipertahantan. Ku kira mengenalmu akan mememui setitik terang dalam keseharianku, ternyata aku keliru. Justru hidupku semakin kelabu, lingkaran hitam kian menghantuiku. Kita saling mencintai, namun semesta tidak merestui kita untuk bersatu dalam ikatan yang bahagia. Terlalu banyak teka-teki dalam bahtera yang kita lalui, sampai tak sadar hati dikuasi oleh ego masing-masing. Terlalu rumit. Orang yang kita percayai lambat laun berkhianat. Bukan soal hati yang menjadi korban. Satu nyawa, dua nyawa pun ikut pergi karena kesalah pahaman dan kecerobohan. Saling mendapatkan rasa sakit, bukan kah suatu hubungan itu harus selesai? Ya, kita dipertemukan bukan untuk saling memiliki, namun untuk saling melepaskan. Sebuah cinta dikelilingi dengan balas dendam, penghianatan, dan masalah keluarga, belum lagi teka-teki, apakah akan berakhir manis? Sampai akhirnya semua terjawab. Di titik takdir yang sudah Tuhan rencanakan, semesta menjawab semuanya. Kita harus saling merelakan dan berpisah oleh keadaan alam yang berbeda. Winzy loov hutanaya, Lachio deigaraha,
All Rights Reserved
#321
tengil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sekali Lagi (End)
  • My Friend Is My Strength
  • Cerita Tentang Kita
  • You're Here, But Not For Me
  • Till I Meet You
  • Remaja
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • SENA
  • RAGARA [ on going ]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines