Jurnal Catatanku

Jurnal Catatanku

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 31, 2021
Apa yang ada dalam bayanganmu tentang mahkluk tak kasat mata? Mahkluk menyeramkan dan jahat yang menghuni tempat-tempat angker? Oh, aku yakin kau akan berubah pikiran setelah tahu apa yang kuhadapi setiap hari. Pertama, kuperkenalkan kalian dengan Kujaku. Jangan tanya dia mahkluk apa karena aku tidak tahu dan dia juga tidak pernah mau membahasnya. Percayalah, segala jenis kejahilan yang pernah kalian alami atau lakukan, belum ada apa-apanya bila dibanding dengan kelakuannya. Pernahkah kalian tergopoh-gopoh berangkat ke sekolah karena mengira sudah terlambat padahal saat itu masih malam hari? Aku pernah. Dan itu ulah Kujaku. Saking inginnya menjahiliku, dia membuat waktu pagi dan siang jadi terbalik. Bagaimana dia bisa? Bagaimana itu mungkin? Oh, ayolah. Mahkluk sejenisnya bisa melakukan banyak hal di luar logika kita. Bahkan dia pernah melemparkanku ke sekolah dunia lain dan percayalah itu tidak menyenangkan. Kuharap kalian tidak perlu datang ke sana kecuali, yah ... kalau kalian mempunyai cadangan nyawa yang cukup. Kedua, kuperkenalkan dengan ... ng, si Tak Bernama. Jangan mengerutkan dahi atau melirikku penuh tanya karena aku memang tidak tahu namanya. Si Tak Bernama lebih sering diam dan aku lebih suka kalau dia begitu. Karena bila dia berbicara, maka sering kali aku nyaris celaka. Yah, coba bayangkan saja bagaimana perasaanmu bila ada yang terus berbisik menyuruhmu untuk mati, mati dan mati. Kurasa si Tak Bernama akan berhasil bila dia menuliskan buku berjudul: 1001 Cara Sukses Untuk Mati. Tapi dia tidak selalu seperti itu, kok. Ada kalanya dia membela dan melindungku dari mahkluk lain. Mungkin prinsipnya adalah yang boleh menggangguku hanya dia, yang lain tidak boleh. Entahlah. Sekali lagi kukatakan, aku tidak tahu. Si Jahil dan si Pengganggu. Bisakah kalian bayangkan bagaimana hari-hariku? Tapi semua itu tidak ada apa-apanya sampai aku bertemu dengan Sang Gelap. Hanya satu kata baginya: mengerikan. Kuharap, kalian tidak bertemu dengannya.
All Rights Reserved
#14
rae
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • My Duchess / End
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Miracle of Survival [END]
  • PERCAYA? [END]
  • Sihir Sang Pangeran-CH【𝐄𝐍𝐃】
  • Prambanan Obsession (END)

Aku sudah terbiasa dianggap seperti orang yang tidak waras oleh sebagian orang, karna keistimewaan ku, tapi bagiku itu bukan ke istimewaan melainkan sebuah kutukan dan aku tidak pernah bisa menerima ini sebagai sebuah keistimewaan. Banyak yang mengatakan begitu menyenangkan bisa melihat "mereka" padahal tidak sama sekali, jika boleh aku katakan, aku ingin merubah takdir ku, ini semua karena mata ku, mataku yang bisa melihat apa yang tidak mereka lihat. Mata ku, mata ku yang tidak seperti manusia pada umumnya, mata ku bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia dengan mata telanjang. Mata ku bisa mendeteksi dimana keberadaan mereka, mata ku bisa melihat bagaimana rupa mereka. Aku takut itu pasti, aku takut bukan karna mereka menyeramkan, tetapi aku takut mereka mencelakai orang terdekat ku. Bagaimana bisa ada orang yang tidak mempercayai keberadaan mereka? Bagaimana bisa mereka tidak mempercayai tentang mereka yang bisa saja menggangu manusia?Ini memang tidak bisa di cerna dengan akal sehat manusia, tapi setidaknya kita tau, bahwa mereka ada, mereka memperhatikan kita dan mereka bisa saja mencelakai kita kapan saja. "This world is not only filled with humans" -Gou Mingrui ....

More details
WpActionLinkContent Guidelines