SUNDAY
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 6, 2025
Namanya Sunday. Karena orang tuanya ingin ia tumbuh sehangat hari Minggu-menyenangkan, ringan, dan selalu dinanti. Tapi hidup tak selalu mengikuti harapan. Sunday tumbuh dalam keluarga yang retak, jadi anak tengah yang nyaris tak terlihat, dan dipaksa kuat bahkan saat hatinya pecah diam-diam. Rumah bukan tempat yang nyaman, tapi ruang penuh pertengkaran dan kesunyian. Di sana, Sunday bukan gadis sabar-dia pemarah, lelah, dan muak merasa sendirian. Di sekolah, dia tetap tersenyum. Tetap ceria. Tetap terlihat "baik-baik saja". Karena jika dia menunjukkan retakan itu, siapa yang akan peduli? Hidupnya makin rumit saat cintanya tak terbalas, dan hal yang bisa membuatnya merasa hidup adalah kehadiran Jovan yang selalu mampu membuatnya menunjukkan sisi-sisi yang tidak ingin ia perlihatkan. Namanya Sunday. Tapi hidupnya jauh dari hangat. Dan ia mulai bertanya-tanya... apa artinya jadi menyenangkan, kalau tak ada yang pernah benar-benar ingin menetap?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines