Pak Dokter My Husband

Pak Dokter My Husband

  • WpView
    Reads 21,407
  • WpVote
    Votes 840
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Bapak kenapa mau nerima perjodohan ini?dan kenapa jawaban bapak terserah keputusan saya?" Ucap Rain yang mulai bertanya "Karena saya gak mau mengecewakan orang tua saya. Dan kenapa jawaban saya terserah keputusan kamu? Karena saya tidak mau memaksa kamu untuk menyetujui perjodohan ini, kamu bisa saja kan tidak setuju dengan keputusan saya" jawabnya "Hmm tapi apa bapak yakin jika saya bisa jadi istri yang baik untuk bapak?? Lagi pula umur kita aja lumayan jauh dan kita juga belum saling mengenal" Ucapnya dengan ragu "Saya yakin kalau kamu bisa jadi istri yang baik untuk saya, jika kamu mempunyai niat untuk bisa menjadi istri yang baik untuk saya. Untuk saling mengenal benar tadi yang dikatakan oleh papah kamu, kita bisa saling mengenal setelah kita menikah nanti" ucapnya panjang lebar
All Rights Reserved
#10
nikahdini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENAMOURED (UNDER CONSTRUCTION)
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • you are my everything
  • Padam Nelangsa
  • CEO ITU SUAMIKU
  • CEO & Little Girl
  • Badboy Is My Husband
  • COLD KETOS
  • BUPATI ITU SUAMIKU (SUDAH TERBIT)

👩🏻‍⚕️👨🏻‍✈️ -• tentang cinta yang dipaksa mengangkasa, atau justru telah berdenyut lama, namun enggan dirasa (?) ✈️ "Setiap aku lepas landas, maka kulupakan sejenak tentangmu dan dunia. Meski begitu, senyumanmu tetap terukir indah di gugusan awan, pun binar matamu mengalahkan semburat mentari yang kupandang. Kunikmati ia semampunya, seutuhnya -sebab tiada yang tahu, mungkin saja ... itu menjadi kali terakhir aku lekat melihatnya," lirih Rony pada Salmaya, sahabatnya, cinta terpendamnya. "Begitupun aku, kala melepas kepergianmu. Hatiku jujur pilu, takut tiada lagi temu untuk kita di lain waktu. Salammu selalu bergema bagai sapaan terakhir, sebab walau kecil tapi ketika resiko itu terjadi maka kita takkan pernah bersua lagi." -yang terlambat menyadari arti hadirmu di hati. 🐢 slow update! • kathamomo ©️2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines