Balada Masa Muda

Balada Masa Muda

  • WpView
    Reads 532
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 10, 2021
Kami saling mengenal sejak kecil, bahkan sejak kami berdua masih mengenakan popok. Karena kedua orangtuaku dan orangtuanya, bersahabat. Ditambah lagi, rumah kami bersebelahan. Aku dan dia bertetangga, sehingga kami tumbuh bersama dan menjadi teman sepermainan sewaktu kami masih kecil. Masih terpatri dengan jelas di dalam ingatanku. Kejadian yang membuat rajutan hubunganku dengannya hancur berkeping-keping. Kini aku semakin malas bertemu dengannya. Aku selalu berusaha menghindarinya. Walaupun aku harus menyaksikannya bertransformasi menjadi cowok paling tampan yang pernah hadir di muka bumi. No! Berhenti menganggap dia tampan, Chia! Hubungan kami tidak pernah kembali ke semula. Bahkan aku yang dulu sangat menyukainya, kini menjadi sangat membencinya! Devan Januar! Aku membencimu!! *** Selamat Membaca! Chapter Completed! Tinggalkan jejak yaa 😍 Hatur tengkyu!
All Rights Reserved
#400
devan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • The Boy Backdoor
  • ANTARES
  • SHE'S MY WORLD [COMPLETED]
  • First Love (Tamat)
  • Fall And Love
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • ON SIGHT (Completed)
  • GALANG [SELESAI]

"Lo baper sama gue, Kop?" "Lo adalah cowok cemen dan brengsek yang pernah gue temuin!" "Jangan bikin dia nangis!" "Lo sendiri bilang jangan bikin dia nangis. Tapi buktinya dia nangis gara-gara lo sekarang!" "Lo bilang nggak suka kalau ada yang nyakitin gue. Tapi lo sendiri sekarang yang nyakitin gue, Van! Jadi cuma lo gitu yang boleh nyakitin gue?!" "Seenggaknya gue nggak kayak lo yang nggak tahu perasaan sahabatnya sendiri. Gue tahu perasaan Jekop dan gue udah bilang sama dia kalau gue cuma anggep dia sahabat, nggak lebih!" "Tapi lo lebih kejam dari gue, karena lo merlakuin dia selayaknya bukan seorang sahabat! Camkan itu!" **** Selamat datang di cerita Devan & Jekop🥀 "Susah ya kasih gue kepastian doang, Van?" -Jekop ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines